Komisi I DPRD Samarinda Soroti Keterbatasan Penanganan Pengemis dan Anak Jalanan, Tekankan Pentingnya Fasilitas dan Anggaran Berkelanjutan

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Samarinda, Shamri Shaputra

DPRD SAMARINDA, JURNALTODAY. CO – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengungkapkan keprihatinannya terkait penanganan pengemis dan anak jalanan yang selama ini masih menjadi persoalan klasik di kota ini.

Dalam wawancara pada Selasa (20/5/2025), Samri menegaskan bahwa penangkapan semata tidaklah cukup jika tidak diikuti dengan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk memberikan perlindungan dan pembinaan bagi mereka.

Menurut Samri, selama ini Satpol PP sebagai aparat yang menangani masalah tersebut menghadapi kendala serius, mulai dari ketiadaan tempat penampungan yang memadai, keterbatasan anggaran untuk kebutuhan makan, hingga kurangnya personel khusus yang fokus mengurusi pengemis dan anak jalanan secara berkelanjutan.

“Bukan soal menangkap saja. Tapi setelah itu mereka mau dibawa ke mana? Satpol PP bilang tidak ada tempat, tidak ada anggaran makan, bahkan tidak ada personel khusus untuk mengurusi hal itu secara berkelanjutan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Samri menegaskan bahwa tanpa adanya fasilitas penampungan yang representatif dan anggaran khusus yang memadai, masalah pengemis dan anak jalanan ini akan terus berulang dari waktu ke waktu.

Dia mengingatkan bahwa persoalan ini bukan hanya soal ketertiban umum, melainkan juga merupakan isu kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Kalau tidak disiapkan fasilitas penampungan dan anggaran khusus, ini akan terus berulang. Padahal ini soal kemanusiaan juga, bukan cuma ketertiban,” jelasnya.

Lebih jauh, Samri mengakui bahwa imbauan kepada masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengemis dan anak jalanan memang penting sebagai langkah awal.

Namun, ia menekankan bahwa negara juga harus hadir dengan solusi nyata yang menyentuh akar masalah, yakni menyediakan sistem perlindungan sosial yang layak dan berkelanjutan bagi mereka.

“Imbauan kepada masyarakat memang penting, tapi negara juga harus hadir dengan solusi nyata. Jangan sampai kita membiarkan mereka terus hidup di jalanan karena kita gagal menyediakan sistem perlindungan sosial yang layak,” tegasnya.

Samri berharap pemerintah daerah dapat segera merumuskan dan mengimplementasikan program terpadu yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas sosial, kepolisian, dan organisasi kemasyarakatan, guna memberikan pendampingan, rehabilitasi, serta pelatihan keterampilan bagi anak jalanan dan pengemis agar mereka dapat berintegrasi kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menangani persoalan ini secara humanis dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya mengedepankan penegakan hukum semata tetapi juga memberikan harapan dan masa depan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

Sebagai Ketua Komisi I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat, Samri berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong kebijakan serta anggaran yang memadai untuk penanganan pengemis dan anak jalanan di Samarinda agar persoalan ini dapat segera teratasi dengan baik dan berkelanjutan.

Dengan penanganan yang tepat dan komprehensif, Samri optimis bahwa Samarinda dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih aman, tertib, sekaligus memberikan perlindungan sosial yang manusiawi bagi seluruh warganya. (my/adv)