JURNALTODAY.CO, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Balikpapan resmi melaksanakan kegiatan Pelantikan Kepengurusan DPC GMNI Balikpapan Periode 2026 – 2028 yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik bertema, Deforestasi Kawasan Penyangga IKN dan Dampaknya Terhadap Krisis Lingkungan di Kota Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi DPC GMNI Balikpapan dalam meneguhkan arah perjuangan organisasi di tengah dinamika sosial, politik, serta lingkungan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
IKN yang hingga hari ini masih belum memiliki status yang jelas, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 71/PUU-XXIV/2026 menyatakan menolak Uji Materil terhadap UU Ibu Kota Negara (IKN), sehingga secara Konstitusional Status Ibukota Negara sampai saat ini masih bertepat di Jakarta.
Mengusung tema pelantikan Bersatu dalam Gerak, Tumbuh dalam Perjuangan, Hadir untuk Rakyat, GMNI Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi kader, memperluas ruang perjuangan intelektual, serta menghadirkan Gerakan mahasiswa yang hadir serta berpihak kepada rakyat.
Ketua DPC GMNI Balikpapan, Ibrahim Lamadaju dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan peneguhan tanggung jawab ideologis kader GMNI sebagai Pejuang Pemikir — Pemikir Pejuang.
“GMNI harus tetap hadir di tengah persoalan masyarakat. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton atas krisis yang sedang terjadi, tetapi harus mampu menjadi bagian dari perjuangan bersama rakyat,” ujarnya.
Diskusi publik yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan turut mengangkat persoalan deforestasi di kawasan Kota Balikpapan yang juga menjadi penyangga IKN yang dinilai memberikan dampak serius terhadap krisis lingkungan di Kota Balikpapan, mulai dari banjir, berkurangnya ruang terbuka hijau, ancaman terhadap ekosistem, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.
Melalui forum ini, GMNI Balikpapan menghadirkan ruang diskursus kritis yang melibatkan Dr. Karnila Willard, SE, BA, MBA, MA (Akademisi), M. Taufik, S.H. Direktur PUSAKA (Pusat Advokasi Kalimantan Timur), dan Bung Raihan Anandana selaku Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Kota Balikpapan guna membedah dampak pembangunan IKN yang tidak berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
GMNI Balikpapan menilai bahwa proyek nasional ini harus tetap memperhatikan prinsip keadilan ekologis dan keberpihakan terhadap masyarakat. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup serta masa depan generasi kedepan.
Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berlandaskan ajaran Bung Karno, GMNI Balikpapan berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai nasionalisme, marhaenisme, dan semangat kerakyatan dalam setiap gerakan organisasi.
Melalui momentum pelantikan ini, DPC GMNI Balikpapan berharap seluruh kader mampu memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta konsisten hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kepentingan masyarakat khususnya masyarakat Kota Balikpapan.(**)
