Digitalisasi Sekolah Samarinda Dinilai Belum Merata, DPRD Minta Akses Internet Jadi Prioritas

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Program digitalisasi pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda dinilai belum sepenuhnya siap diterapkan secara menyeluruh. DPRD Kota Samarinda menyoroti masih adanya ketimpangan akses internet di sejumlah wilayah yang berdampak pada proses pembelajaran berbasis digital.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, meminta Pemkot tidak terburu-buru dalam mengimplementasikan sistem pendidikan digital sebelum infrastruktur dasar, terutama jaringan internet, benar-benar merata di seluruh sekolah.

“Digitalisasi ini penting, tapi jangan sampai mengabaikan kondisi di lapangan. Masih ada sekolah yang kesulitan sinyal,” kata Anhar (21/5/2026).

Ia menyebut sejumlah kawasan masih mengalami keterbatasan jaringan, di antaranya Balai Buaya di Kelurahan Bukuan, Loa Kumbar di Kelurahan Loa Buah, hingga Tanah Merah di Samarinda Utara.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menciptakan kesenjangan pendidikan apabila tidak segera diatasi.

Apalagi Samarinda sebagai ibu kota Kalimantan Timur dinilai harus mampu memastikan transformasi pendidikan berjalan merata.

Bacaan Lainnya

Anhar juga mendorong Pemkot menyusun peta jalan atau blueprint digitalisasi pendidikan yang jelas, mulai dari target, tahapan pelaksanaan, hingga indikator keberhasilan program.

“Program ini harus punya arah yang jelas supaya tidak berjalan tanpa ukuran,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan penggunaan anggaran agar implementasi digitalisasi tidak hanya dirasakan sekolah di wilayah perkotaan, sementara sekolah di pinggiran tertinggal.

“Pemerataan akses internet harus menjadi prioritas utama sebelum digitalisasi pendidikan diterapkan secara penuh di seluruh sekolah,” pungkasnya.(da/adv)