JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Keterbatasan fasilitas belajar masih menjadi kendala di SDN 005 Loa Buah, Samarinda. Sebanyak sekitar 370 siswa harus bergantian mengikuti pembelajaran pagi dan siang karena sekolah hanya memiliki enam ruang kelas.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mengusulkan pembangunan enam ruang kelas tambahan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam satu waktu.
Kepala SDN 005 Loa Buah Norman mengatakan, sistem dua shift terpaksa diterapkan karena jumlah ruang belajar tidak mampu menampung seluruh rombongan belajar.
“Kami berharap ada bantuan penambahan ruang kelas. Saat ini kekurangan enam kelas, sehingga masih harus memberlakukan dua shift,” ujar Norman (16/8/2026).
Akibat keterbatasan ruang, siswa kelas 2, 3, dan 4 saat ini mengikuti pembelajaran pada shift siang.
Pihak sekolah menilai pola tersebut belum ideal karena dapat memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar.
Selain persoalan ruang kelas, fasilitas pendukung di sekolah tersebut juga masih terbatas. SDN 005 Loa Buah belum memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) permanen dan masih menggunakan bekas rumah guru sebagai ruang kesehatan.
“Ruang UKS tidak ada, jadi bekas rumah guru kami manfaatkan sementara,” katanya.
Sekolah juga masih membutuhkan pembangunan pagar untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.
Norman menyebut, kebutuhan sarana dan prasarana menjadi penting mengingat jumlah siswa terus bertambah. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima sekitar 60 siswa baru dan berharap tahun berikutnya dapat meningkat menjadi 70 siswa.
“Kalau fasilitasnya lebih baik, tentu bisa mendukung kenyamanan belajar dan menarik lebih banyak siswa,” ujarnya.
Saat ini, SDN 005 Loa Buah didukung sekitar 32 tenaga pendidik. Dua guru di antaranya juga mendapat tugas mengajar di SD Filial 005 Desa Loa Kumbar.
Sekolah filial tersebut juga menghadapi persoalan berbeda. Jumlah peserta didik di Loa Kumbar hanya tujuh orang, sehingga pengelolaan sekolah menjadi tantangan tersendiri.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, persoalan fasilitas di SDN 005 Loa Buah tidak bisa dilepaskan dari kondisi sekolah filial di Loa Kumbar.
Menurutnya, sekolah tersebut tetap harus diperhatikan karena menjadi akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Di Loa Kumbar siswanya hanya tujuh orang. Kelas enam ada empat siswa, sisanya kelas dua. Gurunya masih dari SDN 005 Loa Buah,” kata Novan.
Ia menyebut jumlah penduduk di kawasan Loa Kumbar sekitar 280 jiwa dengan 120 kepala keluarga. Kondisi itu membuat jumlah siswa yang tersedia masih sangat terbatas.
Novan menilai pemerintah perlu mencari solusi agar pelayanan pendidikan tetap berjalan, termasuk memperhatikan kebutuhan guru yang bertugas di wilayah tersebut.
Selain itu, DPRD Samarinda akan mendorong agar pembangunan ruang kelas tambahan di SDN 005 Loa Buah dapat menjadi perhatian pemerintah.
Penambahan fasilitas dinilai penting agar sekolah tidak terus bergantung pada sistem pembelajaran dua shift.(da/adv)
