JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menyiapkan pelaksanaan Bontang Car Free Night (CFN) secara rutin setiap pekan selama Oktober 2026.
Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, mengatakan agenda tersebut dirancang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati aktivitas malam sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan komunitas untuk berpartisipasi.
“Rencananya setiap minggu selama bulan Oktober,” katanya kepada media ini, SELASA (6/10/2026).
CFN mengusung tema Feel the Rhythm dengan jam pelaksanaan mulai pukul 19.00 hingga 23.30 Wita. Konsep tersebut memadukan aktivitas ekonomi, hiburan dan kreativitas masyarakat dalam satu ruang kegiatan.
Pada pelaksanaan sebelumnya, tercatat sebanyak 230 tenant UMKM ikut ambil bagian. Jumlah pengunjung juga diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang.
Tidak hanya pelaku usaha, sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat turut mengisi rangkaian CFN. Di antaranya komunitas Zumba Bontang, komunitas musik, serta pentas seni dari SD 08 Bontang Utara.
Kegiatan juga diramaikan penampilan kesenian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang serta pameran mobil Maung milik Arhanud Rudal.
Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana CFN agar tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual beli, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menampilkan kreativitas.
Dari sisi ekonomi, pelaksanaan CFN juga menunjukkan potensi yang cukup besar. Berdasarkan catatan panitia, transaksi langsung dari 230 tenant UMKM diperkirakan mencapai Rp460 juta.
Jika ditambah dengan aktivitas ekonomi UMKM yang berada di sekitar lokasi, total perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1 miliar.
Pelaksanaan CFN juga melibatkan sejumlah pihak untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman. Dukungan datang dari Kodim 0908, Arhanud Rudal, Polres, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, BRI, Bankaltimtara, DKUMPP, Dishub, Disdik, Dispopar, DLH, Kecamatan Bontang Utara dan Kelurahan Gunung Elai.
Dia mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan. Hal itu terlihat ketika armada Damkar harus melintas di tengah kegiatan karena adanya kejadian kebakaran.
Petugas Dishub dan Polres melakukan pengawalan, sementara masyarakat memberikan ruang bagi armada untuk melintas. Kondisi tersebut membuat situasi darurat dapat ditangani tanpa kendala berarti.
“Keselamatan dan keteraturan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, kebersihan lokasi menjadi bagian yang diperhatikan setelah CFN selesai. Sampah langsung dibersihkan sehingga jalan dapat kembali digunakan dalam kondisi bersih pada pagi hari.(ADV/Ir)
