SMIT Desak Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Tragedi Drag Race Bolmong: 8 Warga Tewas, Minta Copot Kapolres Bolmong dan Kapolda Sulut

Insiden kecelakaan pada ajang drag race di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.

JURNALTODAY.CO, MANADO — Solidaritas Mahasiswa Indonesia Timur (SMIT) mendesak Kapolri segera turun tangan mengusut tuntas insiden kecelakaan pada ajang drag race di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, yang menewaskan 8 warga sipil dan menyebabkan sejumlah lainnya luka berat.

Pengurus SMIT, Wempy Habari, menilai pihak kepolisian daerah dan penyelenggara kegiatan harus bertanggung jawab penuh atas tragedi tersebut. Menurutnya, izin pelaksanaan kegiatan dikeluarkan oleh jajaran Polres Bolmong hingga Polda Sulawesi Utara.

“Yang harus bertanggung jawab penuh adalah pihak Kepolisian Polres Bolmong hingga Polda Sulawesi Utara sebagai pihak yang memberikan izin ajang drag race tersebut dilaksanakan, serta pihak penyelenggara yang melibatkan anak orang nomor satu di wilayah Sulawesi Utara melalui organisasi TIDAR,” tegas Wempy dalam keterangannya, Senin (11/8).

Wempy menyoroti lemahnya standar pengamanan lintasan. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai ketentuan teknis drag race.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut terkesan sangat asal-asalan atau tak sesuai dengan ketentuan lintasan drag race yang semestinya. Mulai dari pagar pembatas yang hanya diikat tali rafia, adanya jarak yang begitu terbuka, ditambah jalan yang digunakan adalah jalan publik dengan luasan yang sangat terbatas,” ujarnya.

Ia juga mengkritik penetapan tersangka kepada pembalap. Menurut Wempy, pembalap bertugas untuk melaju secepat mungkin untuk menjadi juara, dan kecelakaan bukanlah hal yang diinginkan.

Bacaan Lainnya

“Sangat lucu jika dalam insiden tersebut justru pembalap yang dijadikan tersangka. Tugas seorang pembalap adalah tancap gas sekencang mungkin agar menjadi juara. Kecelakaan adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh semua pembalap. Kecelakaan yang menimpa warga sipil atau penonton ini tidak lepas dari kelayakan lintasan,” tegasnya.

Sebagai bentuk desakan, SMIT meminta Kapolri segera mencopot Kapolres Bolmong dan Kapolda Sulawesi Utara dari jabatannya terkait insiden ini.

“Jika pernyataan ini tidak digubris dalam 1×24 jam, kami akan melaksanakan aksi di depan Mabes Polri,” pungkas Wempy.

SMIT berharap Kapolri mengambil alih penanganan kasus agar proses hukum berjalan transparan dan tidak ada pihak yang seharusnya bertanggung jawab luput dari jerat hukum.

Tentang SMIT

Solidaritas Mahasiswa Indonesia Timur (SMIT) adalah organisasi mahasiswa yang beranggotakan pemuda-pemudi asal wilayah Indonesia Timur dan aktif mengawal isu-isu keadilan, keamanan, serta kebijakan publik di tingkat daerah maupun nasional.(*)