DPRD Bontang Minta Intervensi Serius Ekspresi Gender, Awasi Sekolah dan Kebijakan Tangani Perilaku Remaja

Saeful Rizal, Anggota DPRD Kota Bontang.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong langkah intervensi yang lebih sistemik dalam menangani persoalan perilaku remaja, menyusul temuan Survei Perilaku Remaja 2025 yang mencatat 9,1 persen remaja memiliki kecenderungan ketertarikan sesama jenis. Data tersebut berasal dari 1.621 responden usia 10–24 tahun dan dinilai sebagai indikator penting kondisi sosial generasi muda.

Anggota DPRD Bontang, Saeful Rizal, menegaskan bahwa DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap sektor pendidikan yang dinilai menjadi garda terdepan dalam pembinaan karakter anak.

“Kami di DPRD melihat ini harus ditangani secara sistemik. Sekolah tidak boleh hanya fokus akademik, tapi juga pembinaan moral dan perilaku,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/5/2026).

Ia menilai, guru dan tenaga pendidik harus lebih responsif terhadap perubahan perilaku siswa. DPRD pun membuka ruang untuk mendorong kebijakan yang memperkuat peran sekolah dalam pengawasan dan pembinaan.

Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama. Menurutnya, kebijakan pemerintah tidak akan efektif tanpa dukungan lingkungan terdekat anak.

Dirinya bilang, DPRD siap mendorong program-program kolaboratif lintas OPD, termasuk penguatan layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi remaja yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

“Pendekatannya harus komprehensif. DPRD akan kawal agar program pemerintah benar-benar menyentuh akar persoalan,” jelasnya.

DPRD berharap, dengan penguatan kebijakan, pengawasan pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor, penanganan persoalan remaja di Bontang dapat berjalan lebih efektif dan terarah dalam jangka panjang.(adv)