JURNALTODAY.CO, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai penataan fasilitas umum dan keindahan ruang publik menjadi langkah realistis untuk meningkatkan daya tarik Kota Bontang di tengah keterbatasan investasi pembangunan gedung-gedung besar.
Menurutnya, Bontang tidak memiliki banyak peluang menghadirkan gedung pencakar langit maupun bangunan megah seperti yang dimiliki kota-kota besar lainnya. Karena itu, pemerintah perlu fokus membangun citra kota melalui kawasan publik yang tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
“Kita tidak punya gedung-gedung mewah atau hotel-hotel tinggi. Investor juga belum banyak melirik. Maka yang bisa kita lakukan adalah membuat kota ini indah melalui trotoar yang tertata, taman yang bagus, lampu yang rapi, dan suasana kota yang nyaman,” ujar Rustam, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan estetika kota tidak hanya bertujuan mempercantik tampilan visual, tetapi juga menjadi strategi untuk menciptakan kesan positif bagi wisatawan dan calon investor. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata dapat menunjukkan kesiapan suatu daerah untuk berkembang.
Rustam menilai sejumlah daerah di Indonesia berhasil menarik perhatian wisatawan maupun investor karena konsisten menghadirkan ruang publik yang nyaman, meskipun tidak memiliki banyak bangunan megah. Konsep serupa, kata dia, dapat diterapkan di Kota Bontang secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Selain penataan trotoar dan taman kota, Komisi B DPRD Bontang juga menyoroti persoalan kabel utilitas yang dinilai masih semrawut di beberapa titik. Keberadaan tiang dan kabel yang tidak tertata disebut dapat mengurangi nilai estetika kota.
Untuk itu, DPRD membuka peluang penyusunan regulasi khusus yang mengatur pemasangan tiang dan kabel utilitas agar lebih tertib dan tidak mengganggu pemandangan.
“Kita ingin tiang-tiang dan kabel itu ditata. Jangan sampai bertumpuk dan merusak pemandangan. Kalau perlu nanti dibuatkan regulasinya supaya wajah kota lebih bersih dan teratur,” katanya.
Rustam optimistis, pembenahan fasilitas umum yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Keindahan kota diyakini dapat menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru ke Bontang.
“Kalau suasananya nyaman, orang betah datang. Kalau banyak yang datang, ekonomi bergerak. Dari situ investor juga akan mulai melihat potensi Kota Bontang,” pungkasnya.(adv)
