Tafakkur Visual, 40 Karya Siswa MAN Bontang Dipamerkan di Melali Coffee

Tafakkur Visual, sebuah pameran karya seni Visual oleh MAN Bontang Artclub yang diselenggarakan di Melali Coffee.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Puluhan karya seni visual hasil kreativitas siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang dipamerkan dalam kegiatan “Tafakkur Visual” yang digelar di Melali Coffee, Kota Bontang. Dibuka pada hari Sabtu (8/8/2026) kemarin, pameran akan belangsung hingga satu minggu.

Pameran ini menjadi ruang bagi para siswa yang tergabung dalam MAN Bontang Artclub untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, sekaligus rasa syukur melalui karya seni.

Sebanyak 38 siswa terlibat dalam pameran tersebut dengan menghadirkan kurang lebih 40 karya visual. Karya-karya yang ditampilkan menjadi representasi proses belajar dan eksplorasi para siswa dalam mengembangkan kemampuan seni di luar kegiatan akademik.

Pembina ekstrakurikuler MAN Bontang Artclub, Anugrah Kriya, mengatakan tema Tafakkur Visual memiliki makna yang erat dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas keindahan visual yang dapat diciptakan manusia.

“Tafakkur seni artinya kita bersyukur kepada Allah atas visual yang diciptakan oleh senimannya. Jadi, melalui karya-karya ini kita tidak hanya melihat seni sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya.

Menurutnya, pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk berani menunjukkan karya mereka kepada masyarakat luas. Selama ini, proses berkesenian para siswa tidak hanya dilakukan untuk menghasilkan karya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan karakter.

Bacaan Lainnya

Kepala MAN Bontang, Sugiannoor, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan para siswa tersebut. Menurutnya, kegiatan seni menjadi salah satu wadah penting untuk mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.

Ia menilai keberadaan MAN Bontang Artclub menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki ruang untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk seni dan kreativitas.

Sementara itu, perwakilan Melali Coffee, Faruq, mengatakan pihaknya menyambut baik penyelenggaraan pameran tersebut. Pemanfaatan ruang kafe sebagai lokasi pameran diharapkan dapat mempertemukan karya seni dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Melali Coffee menjadi salah satu ruang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kreatif seperti ini. Kami senang bisa menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya,” ujarnya.

Kepala Humas MAN Bontang, Lena Rosa, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan madrasah terhadap pengembangan potensi siswa di bidang nonakademik.

Menurutnya, karya yang dipamerkan tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis para siswa, tetapi juga menggambarkan bagaimana mereka menuangkan ide, pengalaman, dan cara pandang ke dalam bentuk visual.

Dukungan terhadap kegiatan ekonomi kreatif juga disampaikan Dody Rosdian, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang.

Ia menilai kegiatan seperti Tafakkur Visual penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bontang, khususnya dengan melibatkan generasi muda.

Pameran Tafakkur Visual sekaligus memperlihatkan bahwa ruang seni tidak harus selalu berlangsung di galeri formal. Kolaborasi antara komunitas pelajar dan ruang publik seperti coffee shop dapat menjadi alternatif untuk memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya seni lokal.

Dengan melibatkan 38 siswa dan sekitar 40 karya, pameran tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para anggota MAN Bontang Artclub untuk terus berkarya, bereksperimen, dan menjadikan seni sebagai bagian dari proses refleksi serta pengembangan diri. (rom)