Yan Sebut Penurunan Minat Baca Masyarakat yang Masuk Pengaruh Penggunaan Gawai

Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yan

Sangatta – Penurunan minat baca di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius, dengan pengaruh gawai, khususnya kehadiran smartphone, dianggap sebagai faktor utama dalam menurunkan minat baca masyarakat.

Menurut Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yan, digitalisasi dan ketersediaan informasi instan melalui smartphone telah menggeser minat baca tradisional.

“Salah satu dampak yang jelas terlihat dari era digital ini adalah gedung perpustakaan yang hampir tidak dikunjungi masyarakat, terutama pelajar,” ujar Yan, Senin (20/11/2023)

Yan mengamati bahwa generasi muda lebih suka menggunakan smartphone untuk membaca guna menambah pengetahuan, dibandingkan dengan membaca buku, majalah, atau koran.

Dalam menghadapi fenomena ini, Yan menyatakan perlunya upaya konkret untuk mengembalikan minat baca di kalangan generasi penerus.

“Ini menjadi tantangan bagi kita untuk membangkitkan kembali minat baca buku di kalangan generasi penerus ini,” tambahnya.

Selain itu, Yan menyoroti kurangnya promosi terhadap perpustakaan yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, serta posisinya yang terlalu jauh, yang dapat mengurangi minat masyarakat untuk mengunjungi fasilitas tersebut.

“Pemerintah seharusnya lebih aktif dalam mempromosikan perpustakaan tersebut. Bagaimana orang akan datang dan membaca jika tidak ada promosi yang memadai?” ungkapnya.

Ketua Komisi D DPRD Kutim menekankan perlunya evaluasi terhadap perpustakaan di Jalan Soekarno-Hatta. Ia mengusulkan perlu adanya promosi yang lebih baik dan penyesuaian lokasi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan adanya program literasi digital yang saat ini dikejar oleh pemerintah pusat, ia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan program tersebut sebagai alternatif untuk meningkatkan minat baca di tengah masyarakat.(Adv/DPRD Kaltim)