JURNALTODAY.CO, SAMARINDA –Kebutuhan tenaga pendidik di Kota Samarinda masih mengalami kekurangan. DPRD Samarinda mencatat jumlah guru yang dibutuhkan saat ini mencapai sekitar 500 orang, seiring tingginya angka guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi mengatakan, kekurangan tenaga pengajar tersebut harus segera menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
“Kalau berbicara kebutuhan guru saat ini, dalam setahun ada ratusan guru yang pensiun. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, kita masih kekurangan sekitar 500 guru,” kata Ismail, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut karena jumlah guru yang tidak sebanding dengan kebutuhan sekolah dapat memengaruhi kualitas pembelajaran.
Ia meminta Pemerintah Kota Samarinda menyusun langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terutama di sekolah yang mengalami kekurangan guru.
“Ini harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu fokus menyelesaikan persoalan kekurangan guru,” tegasnya.
Ismail mendorong Pemkot Samarinda melakukan rekrutmen melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
Ia menilai pengangkatan guru sebaiknya lebih diarahkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan hanya melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, status PNS memberikan kepastian karier dan jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi tenaga pendidik.
“Guru itu lebih cocok menjadi PNS agar kesejahteraannya terjamin. Dengan begitu, kualitas guru dan proses belajar mengajar juga bisa lebih baik,” ujarnya.
Ismail menyebut kebutuhan guru akan terus berubah karena setiap tahun terdapat tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. Karena itu, pemerintah perlu memiliki perencanaan kebutuhan guru yang lebih terukur.
“Dengan jumlah guru yang cukup dan kesejahteraan yang terjamin, kualitas pendidikan kita akan semakin baik,” demikian Ismail.(da/adv)
