Seno Aji: Kekayaan Energi Kaltim Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Jangka Panjang

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat berbicara di Arusbawah Energy Forum 2026.

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA — Besarnya produksi batu bara, minyak, dan gas dinilai belum cukup menjadi ukuran keberhasilan pengelolaan energi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menekankan bahwa hasil pemanfaatan sumber daya tersebut harus memperkuat ekonomi daerah, menciptakan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan itu disampaikannya dalam Arusbawah Energy Forum 2026 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (10/10/2026). Seno mendorong kekayaan energi menjadi modal pembangunan yang manfaatnya bertahan melampaui masa eksploitasi.

“Inilah makna menjadi tuan rumah di negeri energi. Dari Resource Rent menjadi Regional Wealth. Tantangan kita adalah mengubah kekayaan sumber daya menjadi kekuatan ekonomi yang bertahan lama,” katanya.

Seno memaparkan, sektor pertambangan menyumbang 34,18 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim pada 2025. Adapun produksi batu bara selama periode 2023–2025 mencapai sekitar 1,07 miliar ton.

Besarnya peran sektor ekstraktif itu, menurutnya, perlu diikuti pengembangan industri bernilai tambah dan sumber pertumbuhan baru. Langkah tersebut penting agar perekonomian daerah lebih tangguh menghadapi perubahan harga maupun permintaan komoditas.

Ia menempatkan penguatan rantai pasok lokal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan investasi sebagai bagian dari transformasi tersebut. Dengan begitu, manfaat sumber daya alam dapat berkembang menjadi kemampuan ekonomi yang tetap bertahan ketika cadangannya menipis.

Bacaan Lainnya

Kaltim, kata Seno, telah memiliki fondasi industri pengolahan melalui Kilang Balikpapan, LNG Badak, dan Pupuk Kaltim di Bontang. Keberadaan industri tersebut perlu membuka kesempatan lebih luas bagi pemasok daerah, pekerja, dan pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai produksi.

Selain energi fosil, ia menyoroti peluang pengembangan energi terbarukan. Berdasarkan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), potensinya di Kaltim mencapai 20.026 megawatt. Angka itu merupakan potensi sumber daya, bukan kapasitas pembangkit yang sudah.(*)