Seno Aji Dorong Hippi Buka Akses Modal, Bidik Peluang IKN dan Hilirisasi Sawit

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji (Batik Merah) dalam penutupan Rapat Kerja Daerah DPD Hippi Kaltim 2026 di Ballroom Hotel Midtown Samarinda.

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA — Akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan yang disoroti Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji agar pengusaha lokal mampu menangkap peluang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan industri hilirisasi. Ia meminta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Kaltim membantu anggotanya memperluas hubungan dengan perbankan.

Menurut Seno, pengusaha daerah memiliki keunggulan berupa jaringan usaha, pemahaman pasar, serta pengetahuan tentang budaya dan kearifan lokal. Namun, keterbatasan modal masih menjadi tantangan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing.

“Di sinilah peran Hippi sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha diperlukan. Hippi diharapkan aktif membantu anggotanya, termasuk membuka akses yang lebih luas terhadap perbankan untuk mendapatkan dukungan permodalan,” ujar Seno.

Dorongan itu disampaikannya saat menutup Rapat Kerja Daerah DPD Hippi Kaltim 2026 di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Jumat (9/10/2026).

Seno mengapresiasi forum tersebut sebagai sarana konsolidasi pengusaha daerah. Ia meminta hasil pertemuan ditindaklanjuti melalui langkah konkret agar anggota Hippi dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Kaltim.

Pembangunan IKN, menurutnya, membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk memperluas kegiatan bisnis. Keunggulan mengenali kondisi daerah perlu dimanfaatkan untuk membangun jaringan dan memperkuat posisi dalam persaingan usaha.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Seno turut menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai rencana Wakil Presiden berkantor di IKN pada 2027 dan Presiden Prabowo pada 2028. Informasi tersebut menjadi bagian dari pesannya agar pengusaha daerah mempersiapkan diri menghadapi perkembangan aktivitas di ibu kota baru.

Selain IKN, Seno mengarahkan perhatian Hippi pada pengolahan komoditas daerah. Ia menilai hilirisasi membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk lebih jauh ke dalam rantai industri sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya Kaltim.

“Kami menyarankan Hippi mengambil peran dalam pengembangan industri hilirisasi karena peluang di sektor ini sangat besar. Salah satunya adalah hilirisasi crude palm oil (CPO) dari perkebunan kelapa sawit yang memiliki potensi besar di Kaltim,” katanya.

Keterlibatan tersebut dinilai sejalan dengan agenda transformasi ekonomi yang didorong Pemprov Kaltim. Ketergantungan pada sektor ekstraktif, seperti batu bara, diharapkan berkurang melalui pengembangan kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Bagi Seno, pengusaha lokal perlu menjadi bagian dari perubahan itu. Dukungan permodalan, perluasan jaringan, dan keterlibatan dalam industri pengolahan menjadi bekal untuk memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah.

Rakerda Hippi Kaltim 2026 mengangkat tema “Transformasi Kekuatan Lokal Menuju Daya Saing Global: Membangun Ekosistem Pengusaha Kalimantan Timur yang Kolaboratif, Inovatif dan Berkelanjutan”.(*)