JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Melimpahnya kekayaan alam Kalimantan Timur dinilai belum memberi dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Banyak komoditas lokal masih dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah, sehingga peluang besar pengembangan industri kreatif dan UMKM dinilai terbuang percuma.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, yang mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai berorientasi pada produk olahan berbasis bahan alami khas daerah.
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki banyak potensi lokal yang sebenarnya mampu dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari sektor kesehatan, kerajinan, hingga produk kreatif.
“Kalau hanya menjual bahan mentah, nilai ekonominya kecil. Padahal produk berbahan alami dan halal punya pasar besar dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Viktor di kawasan Islamic Center Samarinda (14/5/2026).
Ia mencontohkan komoditas seperti gaharu dan bawang Dayak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Padahal, kedua bahan tersebut memiliki manfaat kesehatan dan dapat dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Banyak yang belum tahu kalau gaharu bisa diolah jadi teh kesehatan. Begitu juga bawang Dayak yang punya khasiat tinggi. Potensi seperti ini harus dikembangkan,” ujarnya.
Selain produk kesehatan, Viktor juga mendorong pemanfaatan bahan alami sebagai pewarna produk wastra lokal seperti batik, sarung, hingga berbagai produk kriya khas Kalimantan Timur.
Menurutnya, hilirisasi produk menjadi langkah penting agar UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia menilai salah satu persoalan utama UMKM saat ini adalah lemahnya promosi dan branding produk lokal. Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih aktif membuka ruang pemasaran melalui agenda pameran dan promosi berskala nasional.
“Kalau promosi diperkuat dan ada pameran rutin, produk UMKM lokal akan lebih dikenal, bukan hanya di Kaltim tapi juga di luar daerah,” katanya.
Viktor berharap pengembangan UMKM berbasis potensi alam lokal dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kalimantan Timur, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor sumber daya alam mentah.(da/adv)
