Rustam Sebut Era APBD Jumbo Sudah Berakhir, Pemkot Diminta Cari Sumber Pendapatan Baru

Rustam, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menyebut era APBD besar yang selama ini ditopang Dana Bagi Hasil (DBH) sudah mulai berubah. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mencari sumber pendapatan baru untuk menjaga stabilitas fiskal.

Menurutnya, beberapa tahun lalu kemampuan fiskal Kota Bontang masih sangat kuat. Bahkan APBD daerah disebut pernah mencapai Rp3,7 triliun karena tingginya dukungan DBH.

Namun kondisi tersebut kini dinilai tidak lagi sama. Penurunan kemampuan fiskal membuat pemerintah daerah harus mulai memperkuat kemandirian ekonomi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang kondisinya sudah kebalik. Kita harus lebih banyak memanfaatkan potensi yang ada, karena DBH tidak seperti dulu lagi,” ungkapnya, Kamis (14/5/2026).

Ia mengatakan, daerah tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat. Pemerintah diminta lebih inovatif dalam menggali potensi pendapatan yang dapat menopang pembangunan daerah dalam jangka panjang.

“Sekarang sudah saatnya kita lebih serius memanfaatkan potensi PAD. Banyak daerah lain itu bisa berkembang karena kreatif dalam menggali pendapatan,” terabgnya.

Bacaan Lainnya

Rustam menilai, selama ini optimalisasi PAD belum menjadi prioritas karena pemerintah merasa cukup dengan besarnya dukungan anggaran dari pusat.

Padahal, lanjutnya, kontribusi PAD terhadap APBD saat ini masih berada di kisaran 13 persen, sementara idealnya bisa mencapai sekitar 20 persen.

Ia berharap pemerintah mulai menyusun langkah konkret untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah agar ketahanan fiskal Bontang tetap terjaga di tengah perubahan ekonomi nasional.(adv)