JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di wilayah Bumi Etam. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kaltim tercatat sebesar 22,2 persen, dan Pemprov menargetkan penurunan menjadi 19,2 persen pada tahun 2026 melalui program terpadu yang melibatkan seluruh kabupaten/kota.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi (RAKOR) Penurunan Stunting yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (18/11/2025).
“Maksudnya, kalau memang daerah tidak mengajukan program, ya tidak kita berikan karena kemungkinan mereka sudah memiliki strategi sendiri untuk menurunkan prevalensi stunting. Yang lebih penting, acara RAKOR ini fokus pada penurunan stunting di Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji.
Seno menekankan bahwa keberhasilan program penurunan stunting bukan hanya tergantung pada intervensi pemerintah provinsi, tetapi juga memerlukan peran aktif pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.
“Sekda, Sri Wahyuni, juga sudah memberikan arahan bagaimana cara penurunan stunting dapat diterapkan di masing-masing kabupaten/kota,” tambahnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemprov membahas berbagai strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting. Langkah yang ditempuh mencakup pemberian gizi bagi balita dan ibu hamil, edukasi kesehatan masyarakat, penguatan layanan posyandu, serta koordinasi lintas sektor, termasuk pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan sanitasi lingkungan.
Seno Aji menekankan bahwa penurunan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penurunan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan kerja sama seluruh OPD terkait serta peran aktif masyarakat. Balita yang sehat berarti generasi yang produktif di masa depan,” jelasnya.
Menurut dia, target penurunan sebesar 3 persen pada tahun depan merupakan angka yang realistis, jika semua pihak berkomitmen menjalankan program secara konsisten dan terpadu.
Selain itu, Seno menegaskan pentingnya pemantauan ketat dan pelaporan berkala dari setiap kabupaten/kota agar capaian dapat diukur secara tepat.
“Kita ingin setiap kabupaten dan kota memiliki strategi yang jelas, sehingga intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Tanpa koordinasi yang baik, target ini akan sulit dicapai,” kata Seno Aji.
Pemprov Kaltim berharap melalui langkah-langkah terpadu tersebut, penurunan stunting dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif, mendukung visi Kalimantan Timur sebagai provinsi maju dan berdaya saing tinggi.
“Kami optimistis, dengan komitmen semua pihak, angka stunting di Kaltim bisa turun signifikan. Tahun depan kita target 19,2 persen, dan kami akan terus mengawal hingga program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (HYI/ADV/DiskominfoKaltim)
