JURNALTODAY.CO, BONTANG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan di Kota Bontang. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai momentum ini justru krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui hubungan industrial yang harmonis.
Menurutnya, keberlangsungan investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah industri seperti Bontang sangat bergantung pada keseimbangan hubungan antara buruh, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Kalau hubungan ini tidak terjaga, dampaknya bisa ke mana-mana, termasuk ke iklim investasi. Maka May Day ini penting sebagai momen memperkuat komunikasi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menekankan bahwa pendekatan dialog terbuka menjadi kunci dalam meredam potensi konflik ketenagakerjaan. Dengan komunikasi yang terbangun secara rutin, berbagai persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berujung pada gesekan yang merugikan semua pihak.
DPRD, lanjutnya, berperan sebagai penyeimbang yang memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi tanpa mengabaikan kepentingan dunia usaha. Hal ini dinilai penting agar roda ekonomi tetap bergerak secara sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, DPRD juga telah menyiapkan agenda kebersamaan dalam rangka peringatan May Day yang melibatkan serikat buruh dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol kolaborasi, bukan sekadar perayaan.
“Buruh adalah bagian penting dari penggerak ekonomi. Jadi sudah seharusnya kita hadirkan ruang yang mempertemukan semua kepentingan secara seimbang,” tambahnya.
Ia berharap peringatan Hari Buruh ke depan semakin berorientasi pada penguatan kolaborasi, sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Kalau semua pihak berjalan bersama, maka stabilitas ekonomi juga akan lebih terjaga,” pungkasnya.(adv)
