JURNALTODAY.CO, BONTANG – Persoalan stunting di wilayah perkotaan menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, saat menggelar kegiatan reses di Vila Ulin, Gang Sarono Ujung, Kelurahan Bontang Baru, Selasa (28/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masih terdapat 88 anak mengalami stunting di Kelurahan Bontang Baru. Kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan, mengingat wilayah tersebut termasuk kawasan perkotaan dengan akses layanan yang relatif memadai.
Andi Faizal menyebut angka tersebut menjadi indikator bahwa persoalan stunting tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tetapi juga di wilayah kota.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Di kawasan kota pun masih ada 88 anak mengalami stunting. Artinya, ada hal yang perlu dibenahi, baik dari sisi edukasi, pola asuh, maupun intervensi program,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dipandang sebagai isu kesehatan semata, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Jadi harus ditangani serius dan melibatkan semua pihak,” tambahnya.
Selain isu stunting, dalam reses tersebut juga dibahas penguatan peran Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat. Andi Faizal memastikan bahwa program pembangunan di tingkat RT tetap berjalan, meskipun dengan penyesuaian anggaran.
Menurutnya, RT memiliki peran strategis dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam perencanaan dan pelaporan kegiatan.
“Kita juga akan siapkan wadah bagi ketua RT, agar lebih terkoordinasi dalam menjalankan program dan pertanggungjawaban,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar usulan pembangunan infrastruktur berskala besar dapat dikoordinasikan melalui pihak kelurahan agar pelaksanaannya lebih efektif dan terarah.
Menutup kegiatan tersebut, Andi Faizal berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kelurahan, ketua RT, dan tokoh masyarakat guna mendorong pembangunan yang lebih optimal di Bontang Baru.
“Kolaborasi yang baik akan menentukan keberhasilan pembangunan, termasuk dalam menekan angka stunting di wilayah ini,” pungkasnya.(adv)
