Ketergantungan Pasokan Luar Daerah Masih Tinggi, DKP3 Paparkan Strategi Perkuat Ketahanan Pangan Bontang

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan di tengah tingginya ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani, dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026).

Dalam paparannya, Debora menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki tiga pilar utama, yakni ketersediaan pangan, akses atau keterjangkauan pangan, serta pemanfaatan pangan.

Menurutnya, ketersediaan pangan mencakup produksi yang cukup, stok pangan yang memadai, serta sistem perdagangan yang mampu menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Sementara itu, akses pangan berkaitan dengan kemampuan masyarakat memperoleh bahan pangan, baik secara fisik maupun ekonomi.

Adapun pilar pemanfaatan pangan menitikberatkan pada penggunaan bahan pangan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui pengolahan yang tepat, penyimpanan yang baik, serta pemahaman mengenai pola konsumsi bergizi.

“Secara umum kebutuhan pangan Kota Bontang masih belum dapat dipenuhi dari produksi lokal. Kondisi ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi,” ujar dia.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, tingginya ketergantungan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Karena itu, berbagai program terus dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola lahan pekarangan secara produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Pemanfaatan pekarangan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas gizi keluarga serta menciptakan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, DKP3 juga melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah (Gempar Dah), serta GEMBIRA PAK RT atau Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan Rumah Tangga.

Program lainnya yang turut dijalankan yakni pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya perikanan.

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pangan lokal sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Tak hanya menyasar masyarakat umum, DKP3 juga menggencarkan edukasi pertanian melalui program Smart Tani Go To School. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai pertanian dan ketahanan pangan sejak dini kepada generasi muda.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bontang berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat, pasokan pangan tetap terjaga, dan tekanan inflasi dapat dikendalikan demi menjaga daya beli masyarakat.(ADV/Ir)