DKP3 Bontang Catat Penyaluran 26 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mengoptimalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah.

Program ini dinilai efektif membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani, mengatakan GPM menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Debora, GPM dijadwalkan sedikitnya empat kali dalam setahun, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang umumnya diikuti peningkatan permintaan bahan pangan.

“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya saat memaparkan kondisi ketahanan pangan dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM tahun 2026 diawali pada 1 Februari di Lapangan Bola Tanjung Laut menjelang Ramadan. Selanjutnya kegiatan kembali digelar pada 11 Maret menjelang Idulfitri.

Bacaan Lainnya

Pemerintah juga menjadwalkan pelaksanaan GPM pada Oktober 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Bontang dan Hari Pangan Sedunia (HPS), serta pada Desember 2026 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk di kawasan UMKM Center, Kodim 0908/Bontang, dan Polres Bontang untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Debora mengungkapkan, sepanjang pelaksanaan GPM, sejumlah komoditas pangan strategis berhasil disalurkan kepada masyarakat. Di antaranya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 23 ton, beras premium 3 ton, minyak goreng 406 liter, telur ayam 518 piring, serta gula pasir 100 kilogram.

Menurutnya, ketersediaan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan pangan agar tetap mencukupi di tengah potensi kenaikan harga pada momen-momen tertentu.

“Kerja sama antara Pemerintah Kota Bontang, Forkopimda, dan berbagai mitra dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah memberikan dampak positif terhadap stabilisasi harga pangan,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan DKP3, sinergi tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga beras premium maupun beras medium di Kota Bontang. Penurunan harga tercatat berada pada kisaran 1 hingga 2 persen.

Lebih jauh, kata dia, pemerintah akan terus memperkuat program stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.

“Kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar pasokan pangan tetap aman, harga terkendali, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya.(ADV/Ir)