JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan. Salah satu upayanya diwujudkan dengan penyaluran bantuan 600 ekor ayam petelur kepada tiga kelompok tani penerima yang didanai melalui APBD Kota Bontang Tahun 2026.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kelompok peternak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi DKP3 dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Bantuan diberikan kepada Kelompok Maju Lestari Jaya di Kelurahan Bontang Lestari, serta dua Kelompok Wanita Tani (KWT), yakni KWT Telihan dan KWT Bontang Lestari.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Bontang, drh Riyono, menjelaskan bahwa kelompok penerima telah melalui proses verifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan. Dari total bantuan tersebut, 548 ekor dialokasikan kepada Kelompok Maju Lestari Jaya, sedangkan KWT Telihan menerima 30 ekor dan KWT Bontang Lestari memperoleh 24 ekor ayam petelur.
“Program ini kami arahkan kepada kelompok yang dinilai siap mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan. Harapannya, bantuan ini bisa menjadi modal awal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ekonomi kelompok,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Berbeda dengan bantuan ternak pada umumnya, DKP3 juga membekali kelompok penerima dengan persediaan pakan hingga ayam memasuki masa produksi. Langkah tersebut dilakukan agar peternak dapat fokus pada proses pemeliharaan tanpa terbebani biaya operasional pada fase awal.
Menurut Riyono, ayam yang diserahkan saat ini telah memasuki usia produktif, yakni sekitar 17 hingga 18 minggu. Dengan kondisi tersebut, kelompok diperkirakan mulai memperoleh hasil panen telur dalam waktu yang tidak lama.
“Usianya sudah mendekati masa bertelur. Kalau pemeliharaan berjalan baik, sekitar pertengahan bulan depan hasilnya sudah bisa mulai dinikmati oleh kelompok,” katanya.
DKP3 juga mendorong agar manfaat program tidak hanya dirasakan anggota kelompok, tetapi ikut memberi dampak bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pemerintah bersama kelurahan dan kelompok penerima menyepakati pemanfaatan sebagian hasil produksi telur untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Dia menuturkan, komitmen tersebut tetap mempertimbangkan perkembangan usaha peternak. Apabila kondisi produksi maupun biaya pakan berubah, mekanisme penyaluran telur akan dievaluasi bersama agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha kelompok.
“Prinsipnya kami ingin program ini memberi manfaat ganda. Kelompok memperoleh tambahan pendapatan, sementara masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya melalui dukungan terhadap program penanganan stunting. Pelaksanaannya tentu akan disesuaikan dengan kondisi usaha di lapangan,” jelasnya.
Selain bantuan ayam petelur, DKP3 saat ini juga tengah menyiapkan penyaluran bantuan ternak kambing sebagai lanjutan program pengembangan sektor peternakan. Prosesnya masih berada pada tahap persiapan sebelum nantinya disalurkan kepada kelompok yang telah memenuhi persyaratan.(ADV/Ir)
