JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan sarana dan prasarana (sarpras) budidaya air tawar. Tahapan ini menjadi penentu sebelum bantuan ditetapkan dan disalurkan kepada pembudidaya ikan yang memenuhi persyaratan.
Verifikasi dilaksanakan Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3 bersama penyuluh perikanan di Kelurahan Bontang Baru, Selasa (28/7/2026). Tim turun langsung mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3 Kota Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan proses verifikasi CPCL merupakan tahapan wajib untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh pembudidaya yang layak.
“Verifikasi CPCL dilakukan untuk memastikan calon penerima beserta lokasi budidayanya sesuai dengan data yang diusulkan. Tahapan ini penting agar bantuan sarana dan prasarana nantinya benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga menilai keberlangsungan usaha budidaya yang dijalankan serta kesiapan lokasi yang akan menerima bantuan.
Petugas melakukan pengecekan identitas calon penerima, kondisi kolam budidaya, aktivitas usaha, hingga kesesuaian lokasi dengan persyaratan program. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menetapkan daftar penerima bantuan.
Dia bilang, verifikasi lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program pemerintah di sektor perikanan.
“Melalui proses ini kami ingin memastikan seluruh bantuan diberikan kepada pembudidaya yang benar-benar aktif dan memenuhi kriteria, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap bantuan sarana dan prasarana yang nantinya disalurkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan air tawar di Kota Bontang. Selain mendukung peningkatan hasil produksi, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing pembudidaya lokal.
“Harapannya, program ini tidak hanya membantu kebutuhan sarana budidaya, tetapi juga menjadi stimulus bagi pengembangan sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Kota Bontang,” tutupnya.(ADV/Ir)
