JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda lebih serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, potensi wisata di Kota Tepian masih besar, namun belum dikelola secara optimal.
“Pariwisata sebenarnya potensinya besar. Cuma masalahnya pemerintah belum konsen menggarap pariwisata,” kata Iswandi di DPRD Samarinda (13/7/2026).
Ia mengatakan pemerintah tidak cukup hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga harus memberikan dukungan terhadap pengembangannya.
Bentuk dukungan itu, lanjut dia, dapat berupa pembangunan akses jalan, fasilitas umum, hingga sarana penunjang lainnya.
“Kalau ada tempat wisata yang bagus, mestinya disupport. Jalannya diperbaiki, fasilitas umum seperti MCK dibangun. Itu bentuk dukungan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Iswandi, Samarinda sebagai kota jasa dan perdagangan memerlukan lebih banyak destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan maupun menjadi pilihan bagi tamu dari luar daerah.
“Kalau ada teman dari luar datang, mereka pasti bertanya mau ke mana. Sekarang paling nongkrong di Tepian. Itu bagus, tapi kita juga perlu punya ikon wisata yang benar-benar khas Samarinda,” tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menilai potensi wisata budaya, seperti Kampung Tenun dan Desa Budaya Pampang, belum dimanfaatkan secara maksimal.
Di sisi lain, sejumlah bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya justru banyak yang hilang.
“Heritage kita banyak yang hancur. Padahal itu bisa menjadi daya tarik wisata sejarah. Bangunan-bangunan tua yang punya nilai sejarah mestinya dipertahankan,” ucapnya.
Sebagai salah satu gagasan, Iswandi mengusulkan kawasan bekas pelabuhan bongkar muat di sekitar Teras Samarinda Tahap II dikembangkan menjadi kawasan wisata baru.
Lokasi tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat kuliner yang dilengkapi landmark ikonik, seperti bianglala berukuran besar.
“Kalau pemerintah belum mampu membangun sendiri, cari investor. Dari atas bianglala orang bisa melihat seluruh Kota Samarinda,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan sektor pariwisata dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, pemerhati budaya, UMKM, hingga investor.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat melahirkan destinasi wisata baru yang tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD.
“Kalau semua duduk bersama, pemerintah, pemerhati budaya, anak-anak muda kreatif, UMKM, saya yakin Samarinda bisa punya ikon wisata yang benar-benar membanggakan sekaligus meningkatkan PAD,” pungkasnya.(da/adv)
