JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang menghadiri High Level Meeting Tata Kelola Data yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi melalui implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
Sekretaris DKP3 Kota Bontang, Debora Kristiani, mengatakan penguatan tata kelola data menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan akuntabel.
Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah harus didasarkan pada data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Implementasi Satu Data Indonesia sangat penting bagi pemerintah daerah karena mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data. Dengan data yang sama dan dapat dipercaya, seluruh perangkat daerah memiliki acuan yang seragam dalam menyusun program maupun kebijakan,” ujarnya.
Debora menjelaskan, manfaat lain dari penerapan Satu Data Indonesia adalah mempercepat proses pengambilan keputusan yang tepat dan terukur.
Ketersediaan data yang terintegrasi memungkinkan pemerintah merespons berbagai persoalan secara lebih cepat tanpa harus menghadapi perbedaan informasi antarinstansi.
Selain itu, keberadaan satu data juga mendorong sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Keselarasan data dinilai menjadi faktor penting agar berbagai program nasional dapat diterjemahkan secara optimal sesuai kebutuhan dan kondisi daerah.
“Pemanfaatan data yang terintegrasi juga meningkatkan efisiensi belanja daerah karena dapat mengurangi duplikasi pengumpulan maupun pengolahan data di setiap instansi. Dengan demikian, anggaran dapat digunakan lebih efektif untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Debora turut mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem data yang berkualitas. Menurutnya, data merupakan aset bersama yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh pihak apabila dikelola secara baik.
“Data adalah aset bersama dan manfaatnya untuk semua. Karena itu mari kita memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan, serta mewujudkan ekosistem data geospasial yang terintegrasi. Bersama kita wujudkan Satu Data, Satu Peta Kota Bontang untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Bontang saat ini telah memiliki Portal Satu Data sebagai rujukan utama bagi masyarakat maupun perangkat daerah dalam memperoleh data resmi daerah.
Portal tersebut juga didukung oleh Petakita dan Geoportal yang berfungsi menyimpan sekaligus menyajikan berbagai data spasial sebagai bagian dari penguatan tata kelola informasi berbasis geospasial.
Melalui sinergi seluruh organisasi perangkat daerah, DKP3 berharap implementasi Satu Data Indonesia di Kota Bontang semakin optimal sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(ADV/Ir)
