DPRD Luwu Lakukan Kunjungan Kerja, Jadi Ajang Berbagi Pengalaman Pilkades Bersama Kukar

DPRD Luwu Lakukan Kunjungan Kerja, Jadi Ajang Berbagi Pengalaman Pilkades Bersama Kukar

Jurnaltoday.co – Pada 20 November 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara melakukan kunjungan kerja bersama DPRD Kabupaten Luwu berlangsung hangat.

Tentunya kunjungan kerja ini memiliki tujuan utamanya jauh lebih strategis.

Di mana dalam ruang rapat DPMD Kukar, diskusi yang tampak sederhana itu sebenarnya menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemilihan kepala desa (Pilkades) yang lebih transparan dan akuntabel di tingkat nasional.

Dan tentu, Kukar bukan pemain baru dalam penyelenggaraan Pilkades serentak.

“Dua kali pelaksanaan dalam dua tahapan menjadi modal penting yang menarik perhatian daerah lain,” ujar Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Dan nilai ini lah yang pad a akhirnya mendorong DPRD Kabupaten Luwu memilih Kukar sebagai rujukan dalam memperkaya pemahaman terkait regulasi dan teknis pelaksanaan Pilkades.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Arianto turut menjelaskan jik pertemuan ini merupakan lanjutan dari pola kolaborasi antarwilayah yang terus dibangun.

Arianto menilai bahwa pengalaman tiap daerah menjadi sumber belajar yang saling melengkapi.

Pada sesi diskusi ini, tim DPMD Kukar juga memaparkan dengan detail seluruh mekanisme penyelenggaraan Pilkades, baik dari landasan hukum hingga strategi teknis di lapangan.

Regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan, termasuk peraturan daerah dan peraturan bupati, menjadi salah satu fokus utama yang menjadi pertanyaan dari pihak tamu dari Luwu.

Tak hanya regulasi, pembiayaan Pilkades juga turut menjadi sorotan.

Maka dalam hal ini, DPMD Kukar menjelaskan bagaimana penganggaran disusun, dialokasikan, dan dipertanggungjawabkan.

Obrolan terus berlanjut dengan pemaparan mengenai strategi sosialisasi ke desa-desa serta evaluasi pelaksanaan Pilkades sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Arianto juga menegaskan bahwa Kukar saat ini masih terus memperbaiki tata kelola Pilkades agar lebih adaptif terhadap kebutuhan desa dan tantangan demokrasi lokal.

“Diskusi antarwilayah seperti ini bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka ruang untuk menemukan solusi bersama terhadap persoalan yang kerap terjadi dalam penyelenggaraan Pilkades,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Arianto berpendapat bahwa pertukaran pengalaman seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak.

“Kunjungan seperti ini sangat bermanfaat, karena melalui sharing pengalaman, kita bisa saling belajar dan memperkaya perspektif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa,” ujarnya.