JURNALTODAY.CO, BONTANG – DPRD Kota Bontang menyoroti masih terbatasnya tenaga pendidik dan terapis bersertifikasi dalam layanan anak disabilitas di Kota Bontang. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap kualitas pendampingan yang diterima anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk dalam layanan Autis Center.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan persoalan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, layanan disabilitas tidak cukup hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan tenaga profesional yang kompeten.
Menurutnya, keberadaan terapis dan tenaga pendidik yang memahami kebutuhan anak autis maupun disabilitas lain menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas layanan. Tanpa dukungan SDM yang memadai, penanganan dinilai tidak akan berjalan maksimal.
“Ini yang perlu menjadi perhatian bersama, karena kebutuhan anak-anak disabilitas membutuhkan penanganan khusus dan berkelanjutan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).
Selain persoalan SDM, Andi Faiz juga mempertanyakan arah fungsi Autis Center yang hingga kini dinilai perlu diperjelas. Ia meminta pemerintah memastikan apakah layanan tersebut memang dikhususkan untuk anak autis atau mencakup seluruh kategori disabilitas.
Menurutnya, kejelasan fungsi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan layanan pendidikan inklusif maupun SLB yang selama ini telah berjalan. Ia menilai setiap jenis disabilitas memiliki kebutuhan pendampingan berbeda sehingga pola layanannya juga harus dibedakan.
Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti persoalan pembiayaan terapi melalui BPJS yang dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan penanganan jangka panjang. Padahal, terapi untuk anak autis membutuhkan proses berkelanjutan dengan durasi yang tidak singkat.
“Ini yang akan kita dalami lebih lanjut, kebutuhan penanganan autis itu berkelanjutan,” ungkapnya.
Dia menekankan, akan melakukan pendalaman lebih lanjut melalui kunjungan lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait. Langkah itu dilakukan agar seluruh kebutuhan layanan disabilitas di Kota Bontang dapat dipetakan secara lebih komprehensif.(adv)
