DKUMPP Bontang Dorong Penguatan UMKM, Rumah BUMN BRI Hadir di Kota Taman

Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mendampingi BRI memotong tumpeng.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang terus mendorong penguatan ekosistem usaha mikro dan kecil melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya bersama BRI melalui kehadiran Rumah BUMN di Kota Bontang yang dilaunching Rabu (23/9/2026).

Rumah BUMN BRI yang berlokasi di kawasan Berbas Tengah tersebut menjadi salah satu ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas usaha dan meningkatkan daya saing.

Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi mengatakan, Rumah BUMN merupakan program pemberdayaan UMKM naik kelas dari Kementerian BUMN yang dilaksanakan oleh BUMN.

Menurutnya, kehadiran Rumah BUMN BRI di Bontang menjadi peluang untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan UMKM lokal melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

“BRI akan bersinergi dan berkolaborasi dengan DKUMPP dalam pengembangan UMKM,” katanya.

Keberadaan Rumah BUMN BRI di Bontang juga menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap pelaku UMKM. Dari 54 Rumah BUMN BRI yang tersebar di Indonesia, hanya empat yang berada di wilayah Kalimantan. Keempatnya yakni Kota Banjarmasin, Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Sambas dan Kota Bontang.

Bacaan Lainnya

Eko menjelaskan, khusus di Kalimantan Timur, awalnya terdapat dua daerah yang menjadi kandidat, yakni Samarinda dan Bontang. Hasil penilaian Kanwil BRI Kalimantan di Banjarmasin kemudian menempatkan Bontang dengan skor 8,4, lebih tinggi dibandingkan Samarinda.

Salah satu aspek yang dinilai adalah tingkat pemberdayaan UMKM lokal, termasuk partisipasi masyarakat Bontang dalam kegiatan UMKM.

“Partisipasi masyarakat Kota Bontang untuk kegiatan UMKM skornya tinggi bila dibandingkan Kota Samarinda,” jelasnya.

Bagi DKUMPP, capaian tersebut sekaligus menunjukkan adanya potensi dan partisipasi masyarakat yang dapat terus dikembangkan dalam penguatan sektor UMKM.

Ke depan, DKUMPP bersama BRI juga akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Salah satu rencana yang disiapkan, yakni business matching dengan pihak Indogrosir.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM Bontang dengan jaringan usaha yang lebih besar, sehingga pengembangan UMKM tidak hanya berhenti pada pembinaan, tetapi juga berlanjut pada perluasan akses pasar.

Dia menegaskan, kolaborasi DKUMPP dan BRI tersebut sejalan dengan misi pembangunan Kota Bontang, yakni Transformasi Ekonomi yang Dinamis dan Inklusif.(ADV/Ir)