JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali menggelar Warung Tekan Inflasi (Wartek In) pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Guntung mulai pukul 08.30 Wita ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, mengatakan Wartek In merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah fluktuasi harga pangan.
“Kami kembali menghadirkan Wartek In di Kelurahan Guntung agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Puskesmas Bontang Utara untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sehingga masyarakat bisa memperoleh dua manfaat sekaligus dalam satu kegiatan,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP seharga Rp60.000 per kemasan, telur Rp50.000, gula pasir 1 kilogram Rp18.000, Minyak Kita 1 liter Rp15.500, tepung Kompas Rp11.000, tepung kanji Rp8.500, tepung ketan Rp15.000, tepung beras Rp9.000, kecap ABC Rp17.000, bawang merah Rp28.000, bawang putih Rp36.000, serta LPG 3 kilogram seharga Rp21.000.
Khusus pembelian LPG 3 kilogram, masyarakat diwajibkan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai persyaratan administrasi.
Eko mengajak masyarakat Kelurahan Guntung dan wilayah sekitarnya untuk memanfaatkan pelaksanaan Wartek In tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
“Pelaksanaan Wartek In didukung oleh Kelurahan Guntung dan Puskesmas Bontang Utara yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.(ADV/Ir)
