DKP3 Bontang Optimalkan Pekarangan Rumah Ibadah Melalui Program GEMPAR DAH

Salah satu upaya pemanfaatan lahan untuk tekan inflasi. (Istimewa)

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus mengembangkan program berbasis masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Salah satunya melalui Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah Ibadah (GEMPAR DAH), yang mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan rumah ibadah untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura.

Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pemberdayaan rumah ibadah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan ketahanan pangan.

Menurutnya, pekarangan rumah ibadah memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan produktif. Melalui GEMPAR DAH, lahan yang sebelumnya kosong dapat ditanami berbagai jenis sayuran, cabai, hingga tanaman obat keluarga yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh jemaah dan masyarakat sekitar.

“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia agar lebih produktif. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan rumah ibadah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, GEMPAR DAH memiliki sejumlah manfaat strategis. Dari sisi ketahanan pangan, program ini membantu masyarakat menghasilkan kebutuhan pokok secara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pemanfaatan lahan di sekitar rumah ibadah juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif. Keberadaan kebun pangan tersebut sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat tentang pentingnya mengoptimalkan lahan pekarangan.

Tidak hanya itu, GEMPAR DAH juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi jemaah. Melalui kegiatan bercocok tanam, masyarakat dapat belajar mengenai teknik budidaya tanaman sekaligus memahami pentingnya menjaga ketersediaan pangan di tingkat keluarga.

Debora menambahkan, program ini turut mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Dengan tersedianya hasil panen yang dapat dimanfaatkan secara mandiri, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli komoditas pangan yang harganya rentan mengalami kenaikan.

“Jika kebutuhan sayuran atau tanaman obat dapat dipenuhi dari lingkungan sendiri, tentu akan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Secara tidak langsung hal ini juga mendukung pengendalian inflasi daerah,” katanya.

Melalui GEMPAR DAH, DKP3 Bontang berharap semakin banyak rumah ibadah yang terlibat dalam gerakan menanam sehingga tercipta lingkungan yang produktif, mandiri pangan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.(ADV/Ir)