JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang memastikan ketersediaan pangan di Kota Bontang dalam kondisi aman.
Berdasarkan data ketahanan pangan bulan Juni 2026, seluruh komoditas pangan strategis tercatat mengalami surplus dibandingkan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pasokan berbagai komoditas pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga dalam beberapa waktu ke depan.
“Secara umum kondisi ketahanan pangan Kota Bontang pada Juni 2026 sangat baik. Seluruh komoditas utama yang kami pantau masih berada dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan data DKP3, ketersediaan beras mencapai 2.536,25 ton, sementara kebutuhan masyarakat tercatat 1.218,93 ton. Dengan demikian terdapat surplus sebanyak 1.317,32 ton.
Komoditas lainnya juga menunjukkan kondisi serupa. Jagung memiliki ketersediaan 13,65 ton dengan kebutuhan 1,08 ton atau surplus 12,57 ton. Bawang merah tersedia 92,13 ton dengan kebutuhan 52,35 ton sehingga surplus 39,78 ton. Sementara bawang putih mencatat ketersediaan 101,23 ton dan kebutuhan 45,25 ton atau surplus 55,98 ton.
Untuk kelompok hortikultura, stok cabai besar mencapai 24,63 ton dengan kebutuhan 15,29 ton, sedangkan cabai rawit tersedia 73,62 ton dibanding kebutuhan 48,19 ton. Kedua komoditas tersebut masing-masing mengalami surplus 9,34 ton dan 25,43 ton.
Di sektor protein hewani, ketersediaan daging sapi dan kerbau mencapai 90,24 ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya 41,69 ton. Daging ayam ras juga menunjukkan surplus cukup besar dengan stok 897,54 ton dan kebutuhan 362,06 ton.
“Komoditas protein hewani masih sangat aman. Begitu pula telur ayam ras yang ketersediaannya mencapai 489,87 ton atau lebih tinggi dibanding kebutuhan sebesar 205,17 ton,” jelasnya.
Sementara itu, komoditas pangan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, dan kedelai juga berada dalam kondisi surplus. Ketersediaan gula pasir tercatat 172,89 ton dengan kebutuhan 148,12 ton. Minyak goreng tersedia 235,50 ton dibanding kebutuhan 146,96 ton, sedangkan kedelai mencapai 381,29 ton dengan kebutuhan 109,24 ton.
Debora menegaskan DKP3 akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi pangan untuk memastikan pasokan tetap stabil serta mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran.
“Kami rutin memonitor kondisi stok dan distribusi pangan agar masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bontang,” pungkasnya.(ADV/Ir)
