BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tengah merencanakan langkah inovatif untuk meningkatkan roda ekonomi pelaku usaha mikro di kota ini. Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengusulkan kerjasama dengan provider ojek online sebagai salah satu solusi untuk mendukung pasar ekonomi digital di daerah tersebut.
Usulan ini diajukan oleh Bakhtiar Wakkang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) baru-baru iki. Menurutnya, kerjasama dengan ojek online dapat memfasilitasi koordinasi masyarakat dalam berbelanja, dengan titik pusat di Gedung Pasar Tamrin. Dengan sistem ini, warga yang ingin membeli barang, misalnya ayam, tinggal memesan ojek online yang akan mengantarkan barang ke pasar.
“Rencananya, konsep serupa juga akan diterapkan di Pasar Telihan dan Pasar Citra Mas LokTuan,” ujarnya.
Bakhtiar juga menekankan pentingnya memberikan pembinaan kepada pedagang yang belum familiar dengan aplikasi ojek online. Mereka akan diberi panduan untuk menggunakan aplikasi tersebut dan juga akan dibimbing dalam memasarkan produk-produk mereka. Menurutnya, langkah ini adalah salah satu cara untuk lebih memadukan pasar tradisional dengan platform digital.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Bontang, Kamilan, menyambut baik usulan ini. Ia menegaskan bahwa apabila ada regulasi yang mendukung, pihaknya siap melaksanakan rencana ini.
“Ini bagus, olaborasi dengan ojek online jug akan mengurangi biaya transportasi warga yang ingin berbelanja ke pasar secara langsung,” urainya.
Kamilan berharap rencana kerjasama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga memberikan dorongan bagi perkembangan ekonomi digital di Bontang. Pemkot Bontang dan pihak terkait akan terus mengkaji dan merumuskan langkah-langkah implementasi dari usulan ini untuk memastikan keberhasilannya dalam mendukung pelaku usaha mikro dan menggairahkan perekonomian lokal.(Adv/DPRD Bontang)
