JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Dukungan pendidikan melalui program GratisPol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa di daerah.
Dua mahasiswi STIKES Mutiara Mahakam Samarinda, Gabriela, kelahiran 6 Februari 2006 dan Dea Ananda Putri, kelahiran 22 Januari 2007 ini mengaku bahwa kebijakan beasiswa dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji sangat meringankan beban biaya kuliah mereka, terutama terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Ditemui usai kuliah umum bersama Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kaltim, keduanya mengungkapkan rasa syukur dan lega karena beasiswa tersebut menutup sebagian besar biaya yang sebelumnya cukup memberatkan mahasiswa.
“Program beasiswa grad school ini sangat membantu, terutama di bagian UKT. UKT kami sebesar Rp7 juta, dan dengan adanya program ini, kami hanya perlu membayar sisanya sekitar Rp2 juta,” ujar Gabriela, yang kini tengah menempuh pendidikan di Program Studi S1 Kebidanan.
Dea Ananda Putri mengakui hal serupa. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya meringankan dirinya sebagai mahasiswa, tetapi juga memberikan ruang bernapas bagi keluarganya yang harus membiayai pendidikan beberapa anak sekaligus.
“Ini sangat membantu keluarga saya. Saya bukan anak tunggal, saya punya kakak dan adik. Jadi ketika biaya kuliah saya tidak perlu dibayar penuh, itu sangat meringankan orang tua,” ujarnya.
Bagi Dea, program ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda Kaltim. Ia berharap manfaat beasiswa tersebut dapat dirasakan lebih banyak mahasiswa.
“Secara ekonomi orang tua saya tidak berkecukupan, jadi bantuan ini sangat berarti. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan kalau bisa ditingkatkan lagi besarannya, supaya semakin banyak mahasiswa yang bisa terbantu,” tambahnya.
Keduanya kompak menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji yang telah menginisiasi program GratisPol Pendidikan.
Mereka menilai kebijakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah provinsi berupaya membuka akses pendidikan yang lebih merata dan terjangkau bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur atas program ini. Sangat membantu kami untuk terus melanjutkan pendidikan tanpa terlalu memberatkan orang tua,” pungkas Gabriela.
Program GratisPol sendiri merupakan terobosan Pemprov Kaltim yang menyasar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui skema bantuan pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan tiap penerima manfaat.
Alhasil, program ini kini menjadi salah satu andalan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Kaltim.
“GratisPol program bagus dan harus terus ditingkatkan dan dilanjutkan untuk peningkatan SDM di Kaltim,” sepakat Gabriella dan Dea.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)
