Jurnaltoday.co, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar rapat evaluasi program Makan Siang Bergizi (MBG) di Pendopo Wali Kota Bontang, yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Agus Haris, Kamis (25/09/2025)
Hal itu setelah munculnya sorotan yang cukup ramai kepada program Presiden RI Prabowo Subianto itu belakangan ini.
Dalam forum tersebut, beberapa sekolah menyampaikan beberapa keluhan terhadap kualitas dari makanan yang disajikan. Mulai dari sayur yang sudah berlendir, hingga makanan yang cepat saji yang dinilai tidak memiliki gizi yang cukup baik.
Keluhan pertama datang kepada Kepala SDN 012 Bontang Selatan Eka Wahyuni, mengungkapkan beberapa catatan penting. Salah satunya, kondisi sayuran yang disajikan sempat bermasalah.
Tak hanya itu, penggunaan makanan cepat saji sosis dan mi instan, dalam menu makanan bergizi ini dinilai tidak sesuai. Hal itu lantaran sudah ada imbauan pembatasan fast food di sekolah.
“Pada 10 September olahan kecambah berlendir, Jadi orangtua murid khawatir,” jelasnya dalam forum.
Kepala Sekolah Galilea Bontang Barat Siska Tumanan. juga menyampaikan bahwa terdapat 17 siswa yang mendapat ompreng (tempat makan.red) kosong saat distribusi pada 24 September pagi.
Bahkan, ompreng yang tidak diambil dan dibiarkan hingga hari senin, dinilai mengganggu. Hal itu lantaran terdapat sisa makanan membusuk hingga menimbulkan bau menyengat.
“Ini perlu segera dibenahi karena menyangkut kebersihan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Bontang Agus haris telah melakukan sidak ke seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)ndi wilayah kota Bontang, Rabu (24/09/2025).
ia melakukan monitoring dari bahan baku malanan dan penyimpanan, lalu kebersihan alat makan serta dapur.
“Ini sebagai bentuk mitigasi agar bahan makanan bisa terkontrol aman ketika dikonsumsi,” ungkapny
Dalam monitoring kali ini ia bilang dapur masih tergolong aman selama pemantauan berlangsung
Penulis ; Rahmat
