JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Aktivitas warga dan pelaku usaha di Samarinda kembali terganggu akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini memunculkan keluhan karena sebagian pemadaman berlangsung cukup lama dan terjadi di luar jadwal yang diketahui pelanggan.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda Ronal Stephen Lonteng meminta PLN memberikan penjelasan terkait penyebab gangguan tersebut. Ia menilai masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas, terutama ketika terjadi gangguan pasokan listrik.
“PLN seharusnya bisa menyosialisasikan apa yang terjadi, agar masyarakat mengetahui penyebab mati listrik kali ini. Kalau ada pemadaman, apalagi pemadaman bergilir, seharusnya segera disosialisasikan,” ujar Ronal (20/8/2026).
Menurut Ronal, pemberitahuan pemadaman tidak cukup hanya dilakukan saat listrik akan diputus. PLN perlu menyampaikan informasi lebih awal agar warga maupun pelaku usaha bisa menyesuaikan aktivitas mereka.
Ia menilai persoalan listrik memiliki dampak luas karena tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga keberlangsungan usaha masyarakat. Salah satunya pelaku UMKM yang menggunakan peralatan listrik dalam proses produksi.
Ronal mencontohkan usaha makanan dan rumah kue yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan mesin maupun peralatan produksi.
Pemadaman selama beberapa jam dapat menghambat pekerjaan dan berpotensi menimbulkan kerugian.
“PLN perlu bersikap memberi informasi jauh-jauh waktu, bukan dekat waktu. Mau mati (padam listrik), baru menginformasikan,” tegasnya.
Ia berharap PLN dapat memperbaiki sistem komunikasi dengan pelanggan sekaligus memastikan penanganan gangguan dilakukan secara maksimal.
Ronal mengatakan, DPRD Samarinda akan meminta klarifikasi kepada PLN apabila pemadaman bergilir masih terus terjadi dalam sepekan ke depan.
“Kalau masih ada pemadaman bergilir, DPRD akan siap memanggil PLN untuk meminta klarifikasi terjadinya pemadaman listrik bergilir,” demikian Ronal.(da/adv)
