PAD Samarinda Didorong Tembus Rp1,5 Triliun, Parkir Jadi Sumber Baru Pendapatan

Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda.

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,5 triliun pada 2027. Angka tersebut lebih tinggi dari target yang telah disepakati bersama Pemerintah Kota Samarinda sebesar Rp1,3 triliun.

Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan peningkatan target PAD masih terbuka dengan melihat potensi sejumlah sektor pendapatan yang dapat dioptimalkan, salah satunya melalui penerapan sistem parkir berlangganan.

“Pemkot mengajukan Rp1,2 triliun, DPRD meminta Rp1,5 triliun. Realisasinya disepakati di Rp1,3 triliun,” ujar Vananzda di Kantor DPRD Samarinda (15/8/2026).

Menurutnya, penetapan target PAD harus tetap mempertimbangkan kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikannya. DPRD tidak ingin menetapkan angka tinggi tanpa diikuti strategi yang jelas sehingga berpotensi tidak tercapai.

“Kita ingin targetnya tinggi, tetapi harus realistis. Jangan sampai target terlalu besar namun tidak bisa direalisasikan,” katanya.

Vananzda menyebut tren pendapatan daerah Samarinda terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Target PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 triliun kemudian meningkat menjadi Rp1,2 triliun dan diarahkan kembali naik pada 2027.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk menambah pendapatan adalah parkir berlangganan. DPRD menilai kebijakan tersebut dapat menjadi sumber baru apabila sistemnya berjalan efektif.

“Kalau program parkir itu bisa berjalan semestinya dan kita bisa mendapatkan sampai Rp200 miliar per tahun, otomatis PAD akan bertambah,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Samarinda telah mulai menerapkan skema parkir berlangganan di lingkungan internal aparatur sipil negara (ASN) dengan sistem pembayaran tahunan.

Adapun tarif parkir berlangganan yang direncanakan yakni Rp400 ribu per tahun untuk kendaraan roda dua dan Rp1 juta per tahun untuk kendaraan roda empat. Nilai tersebut dinilai lebih ringan dibandingkan pembayaran parkir harian.

DPRD Samarinda juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti penerapan skema tersebut. Kendaraan milik anggota DPRD nantinya akan diarahkan menggunakan sistem parkir berlangganan apabila program tersebut diterapkan secara luas.

Selain sektor pendapatan, DPRD juga menilai rancangan belanja daerah 2027 harus diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Vananzda berharap optimalisasi berbagai sumber pendapatan dapat membuat target PAD Samarinda terus meningkat.

“Harapannya PAD Samarinda 2027 bisa mencapai Rp1,5 triliun. Namun yang sudah disepakati saat ini sebesar Rp1,3 triliun,” demikian Vananzda.(da/adv)