JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang memaknai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Bontang sebagai momentum memperkuat kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, usai menghadiri upacara puncak Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, pemenuhan pangan bergizi menjadi salah satu fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan cerdas. Karena itu, DKP3 terus mendorong masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, agar menerapkan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Ia menjelaskan, edukasi mengenai pola konsumsi B2SA telah menjadi salah satu program berkelanjutan yang dijalankan DKP3 melalui kegiatan B2SA Go To School. Program tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan sebagai upaya membangun kebiasaan mengonsumsi pangan sehat sejak usia dini.
“Hampir semua tingkatan sekolah sudah kami laksanakan sosialisasi melalui program B2SA Go To School. Harapannya, dengan menerapkan pola konsumsi B2SA, anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan cerdas melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat dan bergizi,” ujarnya.
Ia menilai peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat bagi seluruh pihak untuk memastikan hak anak memperoleh asupan pangan yang berkualitas. Peran keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai harus berjalan seiring dalam membangun pola makan yang baik.
Selain mengenalkan konsep gizi seimbang, DKP3 juga mengajak anak-anak lebih mengenal dan mencintai pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang tidak kalah berkualitas dibandingkan pangan olahan. Langkah ini sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal.
Debora menambahkan, kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi seimbang memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh optimal, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta mampu mengikuti proses belajar secara maksimal.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, DKP3 berharap kampanye pola konsumsi B2SA semakin meluas dan menjadi budaya di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan demikian, upaya mewujudkan generasi Bontang yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing dapat terus diperkuat melalui ketahanan pangan yang dimulai dari meja makan keluarga.(ADV/Ir)
