DKP3 Bontang Perkuat Pengawasan MBG, Monitoring Distribusi hingga Uji Keamanan Bahan Pangan

DKP3 saat melalukan monitoting MBG.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui keterlibatannya dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG Kota Bontang, DKP3 melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat secara rutin setiap pekan.

Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian DKP3 Kota Bontang, Fahruddin, mengatakan DKP3 bertugas sebagai sekretariat Satgas MBG berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bontang. Dalam pelaksanaannya, setiap organisasi perangkat daerah memiliki tugas masing-masing, sedangkan DKP3 berfokus pada pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

“Pengawasan ini sudah kami mulai sejak pekan lalu dan akan terus berjalan setiap minggu. Sasarannya bergantian di setiap kecamatan agar seluruh sekolah penerima manfaat dapat dipantau,” ujarnya.

Menurut Fahruddin, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) agar pemerintah daerah, Korwil BGN, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersinergi memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar.


Dalam setiap kunjungan, tim melakukan monitoring proses pendistribusian makanan kepada siswa, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan mendorong kebiasaan tidak membuang makanan sebagai upaya mengurangi pemborosan pangan.

Selain itu, petugas juga mengisi formulir evaluasi yang menjadi bahan laporan mingguan dan bulanan. Formulir tersebut memuat berbagai aspek, mulai dari ketepatan waktu distribusi makanan, kondisi penerima manfaat, hingga kesiapan sarana pendukung sekolah seperti fasilitas cuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Bacaan Lainnya

“Kami juga mengevaluasi sekolahnya. Misalnya apakah tersedia tempat cuci tangan, bagaimana proses distribusinya, apakah makanan datang tepat waktu, hingga apakah ada kendala selama pelaksanaan. Semua itu kami dokumentasikan sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.

Tidak hanya di sekolah, tim Satgas juga mendatangi dapur SPPG yang memasok makanan ke sekolah penerima manfaat. Di lokasi tersebut, DKP3 mengambil sampel bahan baku pangan untuk diuji menggunakan rapid test kit guna memastikan keamanan pangan yang digunakan.

“Hasil pemeriksaan terhadap enam komoditas bahan pangan menunjukkan semuanya aman dan layak dikonsumsi. Kami juga melihat kebersihan dapur dan kualitas bahan bakunya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masalah keamanan pangan,” katanya.

Pada pengawasan yang dilakukan Selasa (4/8/2026), tim menyambangi SD Negeri 005 Bontang Selatan dan SMK Negeri 2 Bontang Selatan. Kedua sekolah dipilih agar petugas dapat memantau langsung proses pendistribusian makanan hingga siswa mengonsumsinya.

Kata dia, kehadiran tim saat waktu makan menjadi penting untuk mengetahui respons siswa terhadap menu yang disajikan serta mengidentifikasi jika terdapat kendala yang perlu segera ditindaklanjuti bersama pihak sekolah maupun pengelola dapur SPPG.

“Kalau ada makanan yang tidak habis atau siswa enggan makan, kami ingin mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, setiap permasalahan bisa langsung dikoordinasikan bersama kepala dapur SPPG dan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG semakin baik ke depan,” pungkasnya.(ADV/Ir)