JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus mendorong hilirisasi komoditas perikanan melalui pengembangan produk olahan berbasis rumput laut.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah BONTAMI (Bontang Mi Rumput Laut), sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha perikanan.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan rumput laut selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan di Kota Bontang. Namun, pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk bahan baku sehingga nilai ekonominya belum optimal.
Menurutnya, melalui pengolahan menjadi produk pangan seperti BONTAMI, rumput laut dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan melalui hilirisasi hasil produksi.
Pengembangan BONTAMI merupakan hasil kolaborasi antara Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3 Kota Bontang, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya, serta Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Jaya Bersama.
Sinergi tersebut menggabungkan dukungan kebijakan pemerintah, riset akademik, dan pengalaman pelaku usaha dalam menghasilkan produk pangan yang inovatif.
“Keterlibatan perguruan tinggi memberikan kontribusi pada proses penelitian, formulasi produk, hingga pengujian mutu,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Sementara Poklahsar berperan sebagai pelaksana produksi sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara langsung dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, BONTAMI tidak hanya menawarkan alternatif pangan berbahan dasar rumput laut, tetapi juga mendukung diversifikasi konsumsi masyarakat melalui produk yang kaya serat dan memiliki kandungan gizi yang baik. Produk ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pangan sehat sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi lokal.
Selain memberikan nilai tambah pada komoditas perikanan, pengembangan BONTAMI juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas UMKM dan kelompok pengolah hasil perikanan di Kota Bontang. Dengan meningkatnya kualitas dan daya saing produk, peluang untuk menembus pasar yang lebih luas pun semakin terbuka.
“Kami akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis sumber daya perikanan daerah. Menurutnya, penguatan hilirisasi menjadi salah satu langkah penting agar sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui pengembangan BONTAMI, Pemerintah Kota Bontang berharap potensi rumput laut dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi biru yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, dan menjadikan Bontang sebagai daerah yang mampu mengembangkan produk pangan lokal yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(ADV/Ir)
