DKP3 Bontang Kukuhkan KOMPAK Sumber Lamun Bersinar, Perkuat Konservasi Laut di Bontang Utara

Suasana pengukuhan KOMPAK. (Istimewa/DKP3 Bontang)

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Upaya pelestarian ekosistem pesisir di Kota Bontang mendapat dukungan dari masyarakat nelayan. Hal itu ditandai dengan pengukuhan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Sumber Lamun Bersinar di Balai Perikanan Kota Bontang, Rabu (10/6/2026) malam.

Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal penguatan peran masyarakat dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir, khususnya mangrove, lamun, dan terumbu karang di wilayah Bontang Utara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.30 Wita itu dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Ahmad Aznem, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3, Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bontang, tokoh masyarakat, serta nelayan setempat.

Dalam sambutannya, Ahmad Aznem mengapresiasi inisiatif masyarakat nelayan yang membentuk kelompok konservasi secara mandiri. Menurutnya, keberlanjutan sumber daya perikanan sangat bergantung pada kondisi ekosistem pesisir yang sehat.

Ia menjelaskan, peningkatan hasil tangkapan nelayan tidak hanya ditentukan oleh aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga keberhasilan menjaga habitat tempat ikan berkembang biak.

“Jika ingin hasil tangkapan meningkat, maka habitat ikan harus tetap terjaga. Mangrove, lamun, dan terumbu karang memiliki peran penting sebagai tempat berkembang biak dan mencari makan bagi berbagai jenis ikan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Karena itu, Ahmad Aznem menilai keberadaan KOMPAK dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program konservasi melalui kegiatan restorasi, rehabilitasi, maupun pengawasan lingkungan pesisir.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3 mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.

Ia menegaskan praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bahan peledak dan racun, harus dihentikan karena berdampak besar terhadap keberlangsungan ekosistem.

“Penggunaan bom ikan maupun bahan beracun memang memberikan hasil instan, tetapi merusak habitat dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan di masa depan,” katanya.

Ketua KOMPAK Sumber Lamun Bersinar, M. Alfian, menyatakan kesiapan seluruh anggota untuk menjalankan program konservasi yang telah disusun bersama. Ia menegaskan setiap kegiatan kelompok akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan berkomitmen menjaga ekosistem pesisir demi keberlangsungan sumber daya laut bagi masyarakat nelayan,” ucapnya.

Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai rencana kerja serta mekanisme koordinasi pengawasan kawasan pesisir antara KOMPAK, UPT TPI, dan DKP3 Kota Bontang.

KOMPAK Sumber Lamun Bersinar merupakan kelompok berbasis masyarakat nelayan di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Kelompok ini bergerak dalam kegiatan perlindungan dan pemulihan ekosistem pesisir, sekaligus mendorong pengembangan budidaya laut ramah lingkungan sebagai upaya mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan.(ADV/Ir)