Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) telah berhasil menyediakan Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang memadai untuk mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini diungkapkan dalam pernyataan resmi dari Disdikbud Kaltim yang menegaskan kelengkapan Sarpras tersebut.
Ruang Bunyi, yang disebut sebagai ruang khusus untuk anak-anak yang tuli, menjadi salah satu contoh nyata dari upaya peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Sarana dan prasarana sekarang sudah dilengkapi, misalnya sekarang ini kami membuat ruang untuk anak-anak yang tuli, namanya Ruang Bunyi. Dan itu ruang khusus,” bebernya.
Dalam wawancara dengan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltim, Meidalina disebutkan bahwa upaya tersebut bukan hanya sebatas penyediaan ruang khusus, tetapi juga melibatkan penyediaan peralatan keterampilan.
Mesin jahit dan mesin pemotong kayu menjadi beberapa contoh alat yang disebutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan anak-anak berkebutuhan khusus.
Adanya fokus pada keterampilan ini dijelaskan sebagai langkah penting untuk membantu anak-anak tersebut menjadi mandiri di masa depan.
“Keterampilan yang dimaksud, misalnya ada mesin jahit, ada mesin pemotong kayu, dan lainnya, karena anak-anak itu rata-rata harus kita diajari untuk bisa mandiri, apalagi anak-anak ini, ada 1 orang itu tuna nya sampai 5” pungkasnya.
Lebih lanjut, Disdikbud Kaltim menjelaskan bahwa pembelajaran keterampilan tersebut mencakup berbagai aspek, dan pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang diperlukan.
Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas, Disdikbud Kaltim menyatakan kesiapannya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan Sarpras secara berkala. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Kalimantan Timur. (Adv)
