Disdikbud Kaltim Fokus Tingkatkan Keterampilan Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Inklusi Disdikbud Kaltim, Meidalina

Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmennya yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus, Meidalina, mengungkapkan bahwa guru-guru di daerah tersebut masih terus berusaha untuk meningkatkan keterampilan mereka agar dapat memberikan bimbingan yang lebih baik kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Pihaknya menekankan pentingnya memberikan pembelajaran yang inklusif dan berfokus pada perkembangan keterampilan anak-anak tersebut. Workshop ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mencapai tujuan tersebut dan diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam jangka panjang

“Guru-guru kadang-kadang sudah waktunya istirahat, masih asyik, karena diajari keterampilan, supaya mereka bisa bimbing anak-anak tersebut, misalnya seperti pembuatan keset” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus, Meidalina.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah mengadakan workshop Hortikultura pada tanggal 13 November 2023, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada guru agar mereka dapat mentransfer ilmu kepada murid-murid mereka.

“13 November 2023 akan mengadakan workshop Hortikultura untuk guru, agar bisa mentransfer ilmu kepada anak murid,” bebernya.

Meidalina juga mengungkapkan bahwa Disdikbud selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan sekolah, meskipun tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi.

Menurut Meidalina, output yang dihasilkan dari upaya ini sangatlah signifikan. Dengan adanya lomba melukis dan lomba membatik, anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengasah keterampilan kreatif mereka sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

“Jadi, memang output yang dihasilkan itu sangat banyak, misalnya mulai dari keterampilan anak didik, dengan mengadakan lomba melukis, lomba membatik. Dan itu diadakan sama seperti sekolah pada umumnya,” tutupnya.

Semua kegiatan ini diadakan dengan pendekatan yang mirip dengan sekolah pada umumnya, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan potensi setiap anak. (Adv)