Dinkes Kaltim Genjot Penanganan TBC, Target Tekan Kasus 50% pada 2030

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus tancap gas memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC). Langkah ini dilakukan menyusul arahan Presiden Joko Widodo yang meminta daerah menurunkan prevalensi TBC hingga 50% pada akhir 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut penanganan TBC kini masuk kategori prioritas utama sektor kesehatan daerah. Apalagi, angka kematian akibat TBC di Kaltim masih terbilang tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini sudah menjadi atensi dari Bapak Presiden terkait penurunan prevalensi sampai 50 persen pada 2030. Ini quick win Presiden, dan juga masuk dalam strategi besar kita untuk percepatan penanganan TBC,” kata Jaya di Samarinda, Jumat (14/11/2025).

Data Dinkes Kaltim mencatat, hingga Oktober 2025 terdapat hampir 300 kematian akibat TBC. Angka ini memang menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 454 korban jiwa, namun tetap dinilai mengkhawatirkan.

“Tahun lalu 454 orang meninggal. Ini luar biasa tinggi. Kalau tidak ada upaya serius, TBC bisa menjadi masalah besar di Kaltim dalam beberapa tahun ke depan,” tegas Jaya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Kaltim telah menerbitkan Peraturan Gubernur tentang penanggulangan TBC serta Surat Keputusan Gubernur mengenai pembentukan Tim Percepatan Penurunan TBC. Tim ini akan mengoordinasikan aksi lintas sektor agar program berjalan lebih cepat dan terukur.

“Pergub sudah ada, SK tim percepatan juga sudah diteken. Dalam tim ini kita memakai pendekatan pentahelix, melibatkan akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media, dan masyarakat,” jelasnya.

Jaya menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, hingga memperluas edukasi kepada masyarakat terkait bahaya TBC.

Menurutnya, upaya ini sejalan dengan agenda besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin menyiapkan generasi emas 2045. Tapi sebelum itu, tahun 2030 masyarakat harus sehat dan sejahtera dulu. Itu fondasinya,” ucapnya.

Dinkes Kaltim optimistis target penurunan prevalensi TBC sebesar 50% bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas akses layanan deteksi dini, meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, serta memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan kasus.

“Kuncinya kolaborasi dan komitmen. Kalau semua pihak jalan bersama, target penurunan TBC bisa kita capai,” pungkasnya. (HYI/Adv/DiskominfoKaltim)