Dari Bung Karno untuk Samarinda Maju, Sugiyono Semarakkan Bulan Bung Karno

Sugiyono menyerahkan Piagam penghargaan kepada salah satu pemenang kompetisi kreatif Bulan Bung Karno.

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Dalam rangka Bulan Bung Karno, Jaringan Sugiyono (JAGO) bersama DPD PDI Perjuangan Kaltim menggelar Sarasehan Kebangsaan dengan tema Meneladani Pemikiran Bung Karno untuk Samarinda Maju.

Agenda ini merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Bung Karno. Sebelumnya, Sugiyono lewat JAGO juga mengadakan lomba video naratif bertajuk Creative Competition: Bulan Bung Karno yang mengangkat tema Refleksi Nilai-Nilai Pengabdian atau Dedication of Life Karya Bung Karno.

Kompetisi tersebut ditujukan kepada kalangan mahasiswa dan generasi muda dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Sugiyono saat diwawancarai awak media menjelaskan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan agenda rutin disetiap bulan Juni.

“Ini adalah kegiatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan setiap bulan Juni. Setiap anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan diwajibkan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Bung Karno,” terangnya.

Wakabid Sumber Daya DPD PDI Perjuangan Kaltim itu mengungkapkan lewat Sarasehan Kebangsaan itu, dia dan seluruh legislator PDI Perjuangan diingatkan tentang tugas seorang wakil rakyat yang tidak berhenti pada penyampaian gagasan di ruang publik, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sebagai anggota DPRD, kita tidak hanya sekadar berbicara. Yang lebih penting adalah bagaimana turun langsung ke masyarakat dan membantu mereka yang tidak mampu atau terpinggirkan. Itu yang diajarkan Bung Karno kepada kita,”tegasnya.

Menurut dia, amanah politik yang diberikan masyarakat pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Tujuan kita menerima amanah ini adalah untuk mensejahterakan rakyat. Itu yang harus selalu menjadi pegangan,” lanjutnya.

Terkait lomba kreatif yang dia laksanakan, kata Sugiyono langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi muda yang selama ini dinilai belum banyak memahami ajaran-ajaran sang proklamator.

“Kompetisi itu kami adakan supaya anak-anak muda, terutama mahasiswa dan Gen Z, memahami nilai-nilai pemikiran Bung Karno. Setelah era reformasi, kita perlahan kembali memperkenalkan Pancasila dan marhaenisme agar generasi muda mengetahui makna perjuangan yang diajarkan Bung Karno,”jelasnya.

Tentang Marhaenisme, menurutnya masih relevan untuk dipahami oleh generasi saat ini karena berbicara tentang keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok yang mengalami keterbatasan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyono juga menyinggung sejumlah isu dan kebijakan nasional yang tengah menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan memiliki sikap untuk tidak memanfaatkan program tersebut sebagai alat kepentingan politik.

Selain itu, Sugiyono turut menyoroti kebijakan penghapusan tenaga guru honorer di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak terhadap kualitas layanan pendidikan maupun nasib para tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdi di sekolah-sekolah negeri.

Adapun Sarasehan Kebangsaan inj menghadirkan unsur organisasi kepemudaan dari DPD GMNI Kaltim dan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda sebagai narasumber.

Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, dalam konteks pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa saat ini.(*)