JURNALTODAY.CO, NASIONAL – I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan resmi terpilih menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Izedrik Emir Moeis yang memimpin periode 2022-2026.
Politisi senior yang akrab disapa Alit Kelakan ini terpilih melalui proses musyawarah dalam Kongres X GPM yang berlangsung sejak tanggal 28-29 Oktober lalu di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Mengusung tema Marhaenist Future: Dedication of Life, Tetap Setia di Jalan Ideologi, proses berlangsungnya Kongres X GPM berlangsung khidmat hingga proses pemilihan Ketua Umum yang berlangung dengan musyawarah.
“Proses musyawarah ini mencerminkan demokrasi asli yang diajarkan Bung Karno, bukan demokrasi kapitalis. Kepemimpinan GPM tidak bisa dijalankan seorang diri, melainkan butuh kerja tim, diskusi, dan soliditas seluruh kader di tanah air,” ungkap Alit Kelakan.
Dalam kepemimpinan yang akan berlangsung di tahun 2026-2030 nantinya, Alit Kelakan menyampaikan tiga poin yang akan menjadi kompas bagi gerak organisasi marhaenis itu.
Pertama, penguatan dalam konsolidasi organisasi. Menurutnya, penguatan konsolidasi di tingkatan cabang hingga daerah akan semakin masif dilakukan guna menopang kerja-kerja pergerakan secara nasiona.
Kedua, penguatan ideologi kader. Hal ini menjadi poin paling penting dalam peningkatan sekaligus penyebaran ajaran marhaenisme sebagai ideologi praksis. Pemaknaan marhaenisme diharapkan tidak sekedar terkungkung dalam teori saja, melainkan ditempatkan pada asalnya, yakni sebagai teori perjuangan yang diimplementasikan oleh kaum marhaenis dalam pergaulan.
Ketiga, pendampingan kaum marhaen. GPM sebagai organisasi marhaenis ke depannya akan terlibat langsung dalam advokasi-advokasi terhadap kaum marhaen sebagaimana tanggung jawab ideologis sebagai kaum marhaenis.
Keterlibatan Alit Kelakan sendiri dalam front marhaenis sudah ditempuh sejak berkuliah. Semasa mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di sini, dia pernah menjabat sebagai Anggota Presidium GMNI tahun 1996-1998.
Selanjutnya, selain aktif di politik sebagai kader PDI Perjuangan, Alit Kelakan juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPD Persatuan Alumni GMNI Provinsi Bali (2018–2023).
Pesan Emir Moeis
Sementara itu, Ketua GPM periode 2022-2026, Emir Moeis dalam laporan pertanggungjawabannya yang diterima sepenuhnya oleh DPC dan DPD menyampaikan pesannya terkait situasi sekaligus tantangan yang akan dihadapi oleh GPM.
Emir berpesan agar kader GPM senantiasa berpegang teguh terhadap Ideologi agar tidak terjerumus dalam kecenderungan pragmatisme politik yang dapat menggeser perjuangan ideologis menjadi sekadar kepentingan transaksional.
Maka, dengan penguatan ideologi dan konsolidasi kader yang menjadi hal wajib untuk mengokohkan konsistensi kader-kader GPM untuk senantiasa berjalan di garis rakyat, berjuang demi kemenangan kaum marhaen.(*)
