Samarinda – Kondisi lingkungan di Kota Samarinda cukup memperihatinkan sebab kota yang dijuliki Kota Tepian ini di kelilingi oleh lubang-lubang tambang yang tidak terurus dan dibiarkan begitu saja.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengungkapkan keprihatinannya atas dampak yang ditimbulkan oleh bekas galian tambang batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat, meskipun tambang tersebut telah berhenti beroperasi.
Ia menekankan perlunya tindakan tegas dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini sebab selain kerugian material yang ditimbulkan juga terdapat kerugian bagi generasi muda sebab sudah beberapa korban jia yang telah meninggal di lubang-lubang yang di bairkan begitu saja.
“DPRD Kota Samarinda, di bawah kepemimpinan Samri Shaputra, akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti kasus ini demi kebaikan masyarakat,” tuturnya (13/5/2024).
Politikus PKS ini juga mempertimbangkan untuk memanggil Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) guna mendapatkan konfirmasi lebih lanjut terkait permasalahan ini.
Langkah-langkah ini diambil untuk menanggapi serius dampak yang ditimbulkan oleh bekas tambang batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat Kota Samarinda.
“Makanya kita tekankan pentingnya menangani masalah ini secara efektif dan tanggap untuk kepentingan bersama,” tutupnya.(Adv/ DPRD Kota Samarinda)
