Sikapi Dugaan Eksploitasi Anak di Api-Api, Pemkot Bontang Perkuat Pengawasan dan Koordinasi Lintas Sektor

Kepala Satpol PP Bontang, Eddy Foreswanto. (Istimewa/Dok.Satpol PP)

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan perhatian serius terhadap dugaan kasus eksploitasi anak yang mencuat di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Menindaklanjuti arahan langsung dari Wali Kota Bontang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang kini memperketat pengawasan di lapangan serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengusut tuntas dalang di balik peristiwa tersebut.

​Kasus ini bermula dari diamankannya tiga anak berstatus pelajar sekolah dasar oleh warga setempat akibat diduga melakukan aksi pencurian di sebuah rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat tersebut disinyalir kuat atas perintah atau suruhan dari pihak dewasa yang saat ini identitasnya masih dalam proses penyelidikan.

​Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai bentuk kenakalan remaja atau anak semata.

​“Perlu dilakukan penelusuran lebih mendalam untuk memastikan apakah terdapat pihak yang mengarahkan atau memanfaatkan anak-anak tersebut. Pemkot Bontang mendorong kolaborasi kuat antara kelurahan, aparat penegak hukum, hingga instansi perlindungan anak agar hak-hak anak tetap terlindungi dan fakta sebenarnya segera terungkap,” tegasnya, Selasa (9/6/2026).

Bacaan Lainnya

​Senada dengan arahan Wali Kota, Kepala Satpol PP Bontang, Eddy Foreswanto, menyatakan bahwa fokus utama jajarannya bukan sekadar pada peristiwa hukumnya, melainkan pada perlindungan anak dan pembongkaran akar masalah.

Menurutnya, anak-anak berpotensi besar menjadi korban manipulasi orang dewasa yang memanfaatkan keterbatasan mereka.

​“Anak-anak harus kita lindungi. Jika ada pihak yang sengaja memanfaatkan mereka untuk tindakan melawan hukum, hal itu harus diungkap. Kami segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, perangkat RT, dan instansi terkait untuk melakukan pendalaman komprehensif,” ujarnya.

​Sebagai upaya pencegahan dan penanganan agar kejadian serupa tidak terulang, Satpol PP Bontang menerapkan sejumlah langkah strategis, diantaranya peningkatan pengawasan kapangan dengam memperketat patroli di kawasan pemukiman dan titik-titik rawan.

​Koordinasi multi pihak, nembuka jalur komunikasi intensif dengan perangkat RT, pihak kelurahan, dan dinas perlindungan anak untuk memetakan potensi kerawanan.

Selain itu juga pihaknya mengedepankan edukasi perlindungan anak, yaitu menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan.

​Satpol PP Bontang juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan sekitar.

Warga diminta tidak ragu untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan pergerakan atau aktivitas yang mencurigakan.

​“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus bersinergi agar anak-anak di Kota Bontang dapat tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari eksploitasi,” tutupnya.(ADV/Ir)