JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Di Aula Tower Kadrie Oening, Samarinda, suasana pagi ini dipenuhi tepuk tangan, ucapan selamat, dan wajah-wajah atlet yang masih membawa sisa euforia kemenangan. Namun Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tak sekadar hadir untuk menyerahkan bonus. Ia datang dengan sebuah pesan yang lebih besar, mimpi panjang Kaltim untuk menjadi kekuatan utama olahraga nasional.
“Rasa bangga kami memberikan apresiasi, meski sedikit-sedikit, kepada para atlet, pelatih, dan ofisial yang mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Rudy, Kamis (27/11/2025).
Ia menyebut dua atlet Kaltim yang memecahkan rekor di ajang PON XXI Aceh–Sumatera Utara satu di cabang angkat besi, satu lagi angkat berat. Keduanya, menurut Rudy, menjadi simbol bahwa potensi Kaltim lebih besar dari yang selama ini terlihat.
“Kami bangga, terutama karena ada dua atlet kita yang memecahkan rekor. Ini bukti pembinaan kita berada di jalur yang benar,” katanya.
Rudy menyampaikan bahwa bonus yang digelontorkan Pemprov Kaltim sekitar Rp80 miliar bukan sekadar hadiah. Melainkan bentuk penghargaan yang juga menjadi pemantik ambisi lebih besar menuju PON 2028 di NTB dan NTT.
“Hari ini Alhamdulillah, Dispora melaksanakan penyerahan simbolis kepada atlet, pelatih, dan ofisial. Nilainya kurang lebih 80 miliar. Kami bangga, tapi kami akan jauh lebih bangga kalau nanti tahun 2028 Kaltim bisa menjadi juara nasional,” ujarnya.
Ketika ditanya cabang apa yang menjadi fokus utama Kaltim untuk mengejar gelar juara umum, Rudy menyebut beberapa “lumbung medali” yang sudah ada: atletik, renang, panahan.
Namun ia menambahkan satu cabang yang disebutnya sebagai harga diri daerah
“Ada satu cabang yang saya minta agar kita bisa juara sepak bola. Ini cabang paling bergengsi. Bagaimana caranya kita harus juara? Itu tugas kita bersama,” tegasnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, isu pemotongan anggaran pemerintah daerah menjadi kekhawatiran banyak sektor termasuk olahraga. Tetapi Rudy justru menepisnya dengan nada santai.
“Tentangan kita ke depan memang ada pemotongan anggaran. Tapi anggaran itu ilusi saja. Duit itu tidak ada masalah. Masalah cuma jumlahnya saja,” katanya.
Ia mengakui bahwa Kaltim adalah provinsi kaya talenta besar, sumber daya alam melimpah, dan dukungan masyarakat yang kuat.
“Urusan duit nanti pemerintah pasti support. Kami dukung tidak 100 persen, tapi 1.000 persen,” tegasnya.
Rudy menegaskan bahwa tujuan besar pemerintahan olahraga Kaltim adalah mengubah potensi menjadi prestasi nyata. Ia menilai Kaltim punya semua prasyarat untuk menjadi provinsi papan atas di kancah olahraga.
“Bagaimana caranya atlet-atlet yang berkarakter ini bisa membawa Kaltim juara nasional di PON 2028? Itulah fokus kami.” pungkasnya. (HYI/Adv/DiskominfoKaltim)
