JURNALTODAY.CO, NASIONAL – Pemerintah berencana melakukan konversi sepeda motor menjadi motor listrik. Rencana itu digaungkan sebagai bentuk menghindari ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Bukan sekedar omongan belaka, rencana itu diwujudkan dalam pembentukan Satuan Tugas (satgas) transisi energi yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.
Rencana itu selanjutnya dijelaskan secara gamblang oleh pemerintah Melalui Sekretaris Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris.
“Saat ini bapak presiden telah menyampaikan untuk membentuk task force energy transition yang diharapkan bisa merespon lebih terstruktur terhadap kondisi global saat ini,” ungkap Harris, Rabu (1/4/2026) lalu.
Kata Harris, langkah yang diambil tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Harris melanjutkan bahwa kondisi saat ini membuat pemerintah memaksimalkan permanfaatan energi domestik, sekaligus mulai menguangi ketergantungan BBM.
Adapun satgas yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM itu akan bekerja dengan tiga fokus utama.
Pertama, percepatan pengembangan pembangkit listik tenaga surya (PLTS) yang memiliki target kapasitas hingga 100 gigawatt. Untuk progres saat ini masih dalam tahapan pembahasan.
Kedua, terkait konversi kendaraan roda dua berbasis BBM menjadi kendaraan listrik. Ini jadi program prioritas, berkaca pada besarnya konsumsi BBM.
Ketiga, penguatan programa biofuel. Mulai dari implementasi biodiesel B50 untuk solar hingga pengembangan campuran etanol, seperti E10 untuk bensin, serta peningkatan pemanfaatan bahan bakar berkelanjutan.(*)
