JURNALTODAY.CO, OLAHRAGA – Musim ini, PSBS Biak harus mengakhiri petualangannya di Super League. Badai Pasifik dipaksa terima kenyataan, musim depan tidak lagi menjadi satu dari 18 tim yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kekalahan 4-0 di Surabaya saat menghadapi Persebaya Surabaya, Sabtu (2/5/2026) memastikan posisi mereka tidak lagi mampu mengejar posisi aman dalam sisa laga yang akan dimainkan. Mereka terpaut 11 poin dari zona aman.
Madura United yang berada di peringkat 15 dari 30 laga mengantongi 29 poin. Sementara PSBS Biak yang berada di posisi 18 dengan 31 laga baru mengoleksi 18 poin.
PSBS Biak menjadi klub pertama yang dipastikan terjun ke Championship atau Liga 2 musim 2026/2027. Sebelumnya, PSBS Biak mendapat tiket promosi ke Liga 1 usai menyabet gelar juara Liga 2 musim 2023/2024.
Badai Pasifik lantas bermain di Liga 1 musim 2024/2025, lalu musim ini 2025/2026 di Pekan 31 mereka harus merelakan satu tempat mereka di Liga teratas ditempati oleh tim lain.
PSBS Biak memang tampil ngos-ngosan di Super League 2025/2026. Dari 31 laga yang mereka mainkan, hanya empat laga yang berhasil dimenangkan. Kalah 21 kali, dan bermain imbang di enam laga.
Terpuruknya klub Papua Barat itu dinilai tidak hanya sekadar personalan teknis di lapangan. Persoalan internal di managemen klub juga sangat mempengaruhi.
April 2026 lalu, sejumlah pemain asing mereka bahkan blak-blakan melakukan protes terkait masalah gaji.
Kini, semua menunggu bagaimana PSBS Biak mampu berjuang menyelesaikan persoalan mereka, baik dari masalah krisis finansial atau pun persoalan internal lainnya.
Tentunya, para pendukung juga akan setia memberikan dukungan hinga mereka kembali bangkit dan berjuang kembali musim depan di Championship untuk bisa kembali ke Super League.(*)
