JURNALTODAY.CO, BONTANG – Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terjebak dalam euforia penyusunan regulasi baru terkait penanaman modal.
Ia menegaskan bahwa peraturan daerah (perda) yang tengah digodok tersebut terancam hanya akan menjadi “macan kertas” yang mandul jika tidak dibarengi dengan komitmen anggaran yang konkret pada tahun 2027 mendatang.
Menurutnya, kepastian hukum yang ditawarkan lewat regulasi baru tidak akan cukup kuat untuk menarik minat investor jika pemerintah tidak agresif melakukan aksi jemput bola.
Di sisi lain, strategi promosi yang berkelanjutan mustahil bisa berjalan tanpa adanya dukungan finansial yang matang dari pemerintah daerah itu sendiri.
“Jangan sampai regulasinya sudah ada, tetapi pelaksanaannya terkendala karena anggaran belum dipersiapkan. Ini harus dipikirkan sejak sekarang,” cetus Nursalam, Senin (15/6/2026).
Legislator Partai Golkar itu menjabarkan bahwa mendatangkan modal ke Bontang bukanlah perkara murah. Berbagai kegiatan promosi investasi membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai, mulai dari penyelenggaraan forum investasi untuk mempertemukan pemegang modal, publikasi masif mengenai potensi daerah, hingga agenda promosi strategis yang menyasar investor kelas kakap di tingkat nasional maupun internasional. Tanpa kepastian dana, program promosi yang dirancang berpotensi besar macet di tengah jalan.
Oleh karena itu, Anggota Komisi B ini mendesak agar APBD 2027 menjadi ujian konsistensi bagi Pemkot Bontang. Pembahasan regulasi penanaman modal saat ini harus langsung dikunci dengan perencanaan anggaran yang matang.
Kesiapan dana dinilai sebagai tolok ukur utama apakah pemerintah benar-benar serius ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi atau sekadar menggugurkan kewajiban legislasi.
Ia menutup dengan peringatan keras bahwa kegagalan mengalokasikan anggaran promosi sama saja dengan menyia-nyiakan peluang emas Bontang untuk bersaing di pasar investasi global, yang pada akhirnya membuat target pertumbuhan ekonomi daerah gagal tercapai secara optimal.(adv)
